Wednesday, 16 July 2014

Innocent [ KyuMin Fanfiction] Chapter 4

HAPPY READING!
Chapter 4
.
.
Sungmin memperhatikan teman-temannya yang mendapat giliran latihan di lapangan dari atas tribun. Wajahnya penuh dengan keringat, sebuah handuk tersampir di bahunya. Tangannya menggenggam sebotol air mineral.
"Sungmin!"
"Omo! Oppa! Kau mengagetkanku!" teriak Sungmin pada Kyuhyun. Bagaimana tidak kaget jika tiba-tiba Kyuhyun mengagetkannya dari belakang dan menempelkan sebuah kaleng dingin pada pipinya.
"Nih minum ini.. bisa membuat tubuhmu terasa lebih baik" Kyuhyun menyodorkan minuman isotonik kaleng pada Sungmin.
"Gomawo oppa.."
"Kau sendirian? Biasanya ada duo bebek yang menemanimu"
"Duo bebek? Ahahaa.. oppa, mereka bisa mengamuk jika mendengar itu.." kekeh Sungmin.
"Ahahaa.. habis mereka cerewet sekali" timpal Kyuhyun.
"Mereka sedang meliput tim cheerleader, oppa.. nanti mereka menyusul kesini jika sudah selesai"
"Huh? Bukankah saat ini kau sudah selesai latihan? Jadi kau akan menunggu mereka? Sendiri?" tanya Kyuhyun.
"Aku akan menunggu bersama Donghae.." jawab Sungmin.
"Donghae?" Kyuhyun mengernyit tak suka.
"Ne.. wae oppa?"
"Gwenchana.. arrasseo.. aku pinjam handphonemu" ujar Kyuhyun.
"Huh? Buat apa?" heran Sungmin, tapi ia tetap menyerahkan telepon genggamnya pada Kyuhyun.
Kyuhyun mengambil telepon genggam tersebut dan mencari nomor kontak di dalamnya, kemudian menekan tombol panggil. Sungmin semakin mengernyitkan dahinya.
"Yeobosseyo.. Eunhyuk ssi.. ini aku, Kyuhyun.."
"..."
"Nde aku sedang bersama Sungmin"
"..."
"Sungmin akan pulang bersamaku, jadi kalian duluan saja" Sungmin melotot pada Kyuhyun dan berusaha mengambil telepon genggamnya. Kyuhyun menggenggam kedua tangan Sungmin dengan satu tangannya yang bebas agar tidak mengganggunya.
"Oppaaaa.." bisik Sungmin, Kyuhyun hanya membalasnya dengan seringai jahil.
"Arrasseo Hyuk.."
"..."
"Nde.. gomawo.. bye"
TUT
Kyuhyun menyerahkan telepon genggam Sungmin yang dibalas dengan pelototan Sungmin.
"Oppaaa.. apa yang kau lakukan? Haiissshh.."
"Mereka tidak keberatan kok" Kyuhyun mengangkat kedua bahunya.
"Bagaimana dengan Donghae?" tanya Sungmin.
"Aku akan berbicara dengannya, jjaa.. aku ganti baju dulu ne.. sekalian nanti aku akan bilang pada Donghae.. kau mau ganti baju juga?"
"Tentu saja" Sungmin menghela napas pasrah. Kadang-kadang sunbae-nya ini suka berbuat seenaknya, bagaimana jika tadi Sungmin punya janji penting dengan teman-temannya?
"Arrasseo.. kita bertemu lagi disini ne.."
"Ne Oppa.."

###

"Kau mau makan apa Min?" tanya Kyuhyun ketika mereka sudah berada di mobil.
"Sejak kapan kau mengajakku makan oppa? Bukankah tadi kau bilang mau mengantarku pulang?" sindir Sungmin.
"Aigooo.. ada yang ngambek.." kekeh Kyuhyun. Sungmin akhirnya ikut tertawa juga karena diledek.
"Uhmmm.. apa ne.. sebenarnya aku mau takoyaki.. tapi mau kembang gula, toppoki dan bibimbap juga.."
"Waah.. kau ini makannya banyak juga yaa" kekeh Kyuhyun. Sungmin cemberut.
"Arrasseo! Kita pulang saja" Sungmin mempoutkan bibirnya.
"Ahahaaaa.. arrasseo Minniee.. kita makan dulu neee.." rayu Kyuhyun. Sungmin merasa wajahnya memanas. Baru kali ini Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, takut terlihat oleh Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun yang memang sudah mengetahuinya hanya tersenyum dan terkekeh kecil. Kyuhyun memang bermaksud menggoda Sungmin dengan memanggilnya seperti itu. 'Manis sekali..' batinnya.
.
.
.
"Huh oppa? Kenapa kita kesini?" tanya Sungmin ketika mereka memasuki wahana Lotte World.
"Nde.. bukankah tadi kau bilang mau makan takoyaki, kembang gula, toppoki dan bibimbap?" tanya Kyuhyun.
"Ne.. tapi.."
"Sudahlah, di dalam banyak sekali counter yang menjualnya" Kyuhyun menarik tangan Sungmin ke arah pintu masuk dan menyerahkan kartu unlimited pass-nya pada petugas. Sungmin yang bingung akhirnya ikut masuk bersama Kyuhyun.
Menjelang malam, wahana Lotte World ini sangat indah karena lampu-lampu sudah mulai dinyalakan. Sungmin memandang lampu-lampu itu dengan takjub. Ia belum pernah kesini pada malam hari. Suasana disini cukup sepi karena bukan hari libur. Tidak banyak antrian seperti saat terakhir Sungmin kesini bersama teman-temannya.
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menariknya ke arah penjual takoyaki dan toppoki. Ia memesan 1 pak takoyaki dan 1 pak toppoki untuk mereka berdua.
"Jjaaa.. ayo kita cari tempat duduk Min.." ujar Kyuhyun setelah mereka mendapatkan kedua makanan tersebut. Kyuhyun kembali menggenggam tangan Sungmin dan menariknya.
"Huh? Bukankah disini ada tempat duduk?" heran Sungmin ketika Kyuhyun menariknya menjauhi tempat duduk di sebelah kedai.
"Aku tidak mau makan disini.." ujar Kyuhyun sambil tersenyum.
"Dimana?" heran Sungmin.
"Sudahlah.. kita akan makan malam di tempat yang bagus.. Jjaa" ujar Kyuhyun lagi. Sungmin hanya mengangguk dan membiarkan Kyuhyun menariknya sampai ke depan antrian Bianglala. Sungmin melongo.
"Kita akan makan malam disini? Di atas?" tanya Sungmin.
"Nde" senyum Kyuhyun. Sungmin menatapnya tak percaya, tak bisa berkata-kata. Kyuhyun benar-benar penuh kejutan. Sungmin selalu dibuat terpana dengan perilaku dan ide-idenya.
"Jjaaa.. welcome to special romantic dinner with me Minnie.." ucap Kyuhyun seraya mempersilakan Sungmin naik, tersenyum lembut. Sungmin merasa wajahnya memanas.
"Ya! oppa.. apa-apaan itu? Masa special dinner menunya hanya toppoki dan takoyaki?" Sungmin mengalihkan pembicaraan saking malunya. Kyuhyun terkekeh dan menyodorkan tangannya pada Sungmin. Sungmin tersenyum dan mengambil tangan Kyuhyun dan kemudian Mereka masuk ke Bianglala.
.
.
.
"Uwaaaaa... neomu yeopputaaa.." teriak Sungmin ketika mereka beranjak ke titik tertinggi. Kyuhyun tersenyum memperhatikan Sungmin yang menempel pada kaca kapsul bianglala.
"Kau senang?" tanya Kyuhyun.
"Sangat! Aku belum pernah naik bianglala di saat malam.. gomawo opppaaaa saranghaaeeee" Sungmin memeluk Kyuhyun dan mengucapkan 'saranghae' tanpa sadar. Kyuhyun tertegun. Ia membatu saking kagetnya. Sungmin yang tersadar cepat-cepat melepas pelukannya pada Kyuhyun.
"Eh.. mi mian oppa.. a.. aku" Sungmin salah tingkah.
"Gwenchana Min.. aku bersedia kok kalau kau berkata saranghae padaku setiap hari" kekeh Kyuhyun menatap Sungmin jahil.
"Mwo? Aa.. Ii.. itu hanya kiasan saja oppa.. karena aku sangat senang.." lirih Sungmin gugup.
"Jinjja?" senyum Kyuhyun jahil.
"Ne.. neee.. oppa lihat! Namsan tower terlihat jelas dari sini!" Sungmin mengalihkan pembicaraan. Ia kembali menghadap jendela agar Kyuhyun tidak melihat wajahnya yang saat ini sangat mungkin sudah seperti kepiting rebus. Kyuhyun terkekeh.
"Min.. cepat makan.. nanti keburu dingin" ujar Kyuhyun. Sungmin membalikkan badannya ke arah Kyuhyun dan dengan semangat mengambil sepotong takoyaki yang diletakkan di antara keduanya.
"Kau bersemangat sekali Min.." kekeh Kyuhyun.
"Aku lapar oppa.. kau benar-benar brilian! Kuakui ini memang makan malam paling hebat yang pernah aku alami!" ujar Sungmin semangat. Ia memasukkan sepotong toppoki ke dalam mulutnya.
"Jeongmal?"
"Uhmmm.." Sungmin mengangguk dan menatap Kyuhyun yakin, mulutnya penuh toppoki, sibuk mengunyah.
"Aigooo.. kau ini seperti anak kecil saja.. belepotan begitu" kekeh Kyuhyun seraya mengusap ujung bibir Sungmin yang belepotan saus toppoki kemudian menjilat jarinya. Sungmin tertegun sesaat dan kemudian langsung mengarahkan jarinya ke mulutnya.
"Ji..jinjaa? apakah masih ada, oppa?" tanya Sungmin yang entah kenapa menjadi gugup.
"Sudah tidak ada.. sudah, habiskan, kalau kau masih lapar nanti kita mampir ke Taegu Bibimbap" ujar Kyuhyun.
"Arrasseo.. eh? Kau tidak makan oppa?" tanya Sungmin.
"Aku nanti saja" jawab Kyuhyun.
"Aigooo.. pantas saja kau kurus kering begitu oppa.. jjaaa.. aaaa" ujar Sungmin seraya mengarahkan toppoki di tangannya ke mulut Kyuhyun. Kyuhyun langsung menghindar.
"Oppaaa.. ayo makaaannn" Sungmin mempoutkan bibirnya sebal. Kyuhyun terkekeh.
"Jauhkan toppokimu itu Min, aku tidak suka pedas" jawab Kyuhyun.
"Mwo? Kenapa kau tidak bilang? Tahu begitu kan tadi kita tidak usah beli toppoki"
"Gwenchana.."
"Arrasseo.. jjaa.. aaaa" kali ini Sungmin menyodorkan takoyaki pada Kyuhyun dan berhasil menyuapinya.
"Naaahh.. kau harus banyak makan oppa!" ujar Sungmin menambahkan. Kyuhyun hanya mengangguk karena mulutnya penuh takoyaki.
.
.
.
"Oppa, gomawo buat semuanya ne.. aku sangat kenyang!" ujar Sungmin seraya menepuk-nepuk perutnya. Bagaimana tidak kenyang jika ia tadi masih membeli kembang gula dan memakan semangkuk penuh bibimbap?
"Nee.. cheonman.." kekeh Kyuhyun. Sungmin dan Kyuhyun sudah sampai di depan pagar rumah Sungmin.
"Terima kasih juga karena telah mengantarku oppa.. ohya.. kau mau masuk dulu?" tanya Sungmin.
"Tidak usah, sudah malam, nanti aku mengganggu orang tuamu.." ujar Kyuhyun.
"Arrasseo.. sampai jumpa oppa"
"Sungmin?" Sungmin menoleh ke arah sumber suara. Ternyata eommanya, Leeteuk yang memanggilnya. Eommanya terlihat membawa belanjaan.
"Eomma? Darimana selarut ini?" tanya Sungmin.
"Hanya ke supermarket di seberang sana, eomma lupa membeli kecap asin" Mata Leeteuk kini beranjak pada namja yang berdiri di depan putrinya dan menatapnya sungkan.
"Oohh.."
"Nugu?" tanya Leeteuk pada Sungmin.
"Omo.. mian eomma.. Minnie lupa, kenalkan eomma.. ini Cho Kyuhyun, sunbae Sungmin" ujar Sungmin memperkenalkan. Leeteuk mengernyitkan dahinya. Ini hal baru, Sungmin belum pernah mengajak namja manapun selain Donghae ke rumah. Leeteuk memperhatikan wajah Kyuhyun dan postur tubuhnya yang tegap.
"Anyeonghaseyo ahjumma.. Cho Kyuhyun imnida.." ucap Kyuhyun sopan seraya membungkukkan badannya.
"Lee Jung Soo imnida.. tapi biasanya aku dipanggil Teukie.." senyum Leeteuk.
"Teuki ahjumma.. saya sunbae Sungmin, saya kesini mengantar Sungmin pulang"
"Omoo.. mengantar Sungmin?" Leeteuk melirik putri satu-satunya yang kini terlihat salah tingkah. Nada bicara Leeteuk lah yang membuat Sungmin salah tingkah. 'Eommanya itu pasti berfikiran macam-macam!' batin Sungmin.
"Nde ahjumma.." jawab Kyuhyun.
"Aigoo.. kenapa kita bicara di tengah jalan begini? Minnie! Kau ini.. kenapa Kyuhyun tidak disuruh masuk?Jjaa.. Ayo masuk"
"Eh? Itu.."
"Saya sudah mau pulang ahjumma.. ini sudah malam.." ucap Kyuhyun.
"Aigooo.. aku belum selesai denganmu.. jjaa" Leeteuk menarik lengan Kyuhyun, membawanya masuk ke rumah. Sungmin hanya menghela napas pasrah. Selamat Cho Kyuhyun! Kau memasuki ruang interogasi!
.
.
.
"Yeoboooo.. aku pulaangg" teriak Leeteuk. Ia mempersilakan Kyuhyun duduk. Kangin, appa Sungmin yang sedang menonton tv menghampiri Leeteuk karena melihat ada tamu.
"Nugu?" tanya Kangin pada Leeteuk. Kyuhyun langsung berdiri kembali ketika melihat appa Sungmin dan membungkuk 90 derajat memperkenalkan diri dengan intonasi suara formal. Membuat Leeteuk dan Sungmin sedikit terkejut.
"Cho Kyuhyun imnida.."
"Ahaha.. aigooo.. kau ini formal sekali Kyuhyun-ah.. Sungmin appa bukanlah pejabat penting negara, tak usah seformal itu" kekeh Leeteuk. Kyuhyun menatap Sungmin bingung. Sungmin menggigit bibir menahan tawanya. Menurut Sungmin, tadi itu Kyuhyun lucu sekali.
"Dia sunbaeku di kampus, appa.." ujar Sungmin.
"Sunbae?" Kangin mengernyitkan dahinya. Layaknya Leeteuk, Kangin juga belum pernah melihat putrinya membawa seorang namja selain Donghae ke rumah mereka.
"Tadi Kyuhyun mengantar Minnie pulang, jadi ku suruh saja masuk.. Min, tolong buatkan teh"
"Arrasseo eomma" Sungmin menepuk bahu Kyuhyun dan berbisik "Good luck oppa.." kemudian berdiri menuju dapur diiringi tatapan heran Kyuhyun. 'Apa maksudnya?' batin Kyuhyun.
.
.
.
Sungmin menuang air di teko air dan meletakkannya di atas kompor sambil terkikik kecil. Ia tahu kejadiannya akan begini. Orang tuanya itu memiliki stok rasa penasaran yang melebihi kapasitas. Oleh karena itu, ia tadi mengucapkan "Good Luck" pada Kyuhyun karena orang tuanya pasti akan menginterogasinya. Dari dapur, Sungmin bisa mendengar apa saja yang ditanyakan oleh kedua orang tuanya. Awalnya hanya sekitar Sungmin, tapi kini sudah merembet ke hal-hal lain. Bahkan saat ini mereka sedang mendiskusikan tentang pengangguran. Kangin appa terlihat bersemangat mengutarakan pendapatnya dan berdiskusi dengan Kyuhyun. Sungmin juga memperhatikan bahwa Kyuhyun sepertinya mempunyai kepercayaan diri yang berlebih. Kyuhyun dengan mudah berbicara dan beradaptasi dengan kedua orang tuanya. Saat Kyuhyun berbicara, Sungmin dapat merasakan kharisma yang keluar dari perkataan dan gerak-gerik Kyuhyun. Sungmin tersenyum menatap Kyuhyun.. Orang ini begitu sempurna..
###
Sungmin, Eunhyuk dan Ryeowook berjalan di lorong kelasnya. Mereka akan mengikuti kelas selanjutnya. Mereka sungguh menarik perhatian para penghuni kampus hanya dengan berjalan sepanjang lorong. Yah, walaupun mereka sama sekali tidak berniat seperti itu. Mereka sedang melewati ruang dosen ketika Kyuhyun keluar dari sana.
"Siang Min.. Hyuk.. Wook.."
"Siang sunbae.." ucap Eunhyuk dan Ryeowook.
"Siang Kyuhyun sun.. oppa.." lirih Sungmin ketika mendapatkan Kyuhyun menaikkan alisnya mendengar sebutan yang akan dilontarkan Sungmin.
Mendengar Sungmin memanggil Kyuhyun dengan sebutan oppa, kedua sahabatnya melotot menatapnya meminta penjelasan. Sungmin pasrah. Setelah ini pasti ia akan diintrogasi oleh kedua sahabatnya yang memang mempunyai bakat untuk mengintrogasi orang. Benar saja, ketika sampai di kelas, kedua sahabatnya itu langsung menyudutkannya. Beruntung sang dosen belum datang.
"Oppa? Sejak kapan kalian jadi sedekat itu?" tembak Eunhyuk langsung.
"Aa.. aa…" gugup Sungmin.
"Hai kalian, sedang apa? Sepertinya tegang sekali" Donghae menghampiri mereka bertiga. Sepertinya ia baru saja makan siang untuk ketiga kalinya.
"Minnie memanggil Kyuhyun sunbae dengan sebutan oppa" sahut Ryeowook.
"Mwo? Sejak kapan kalian sedekat itu?" Tanya Donghae.
"Itu yang baru saja kami tanyakan sebelum kau menginterupsi Fishy" ujar Eunhyuk ketus. Donghae mengacuhkannya.
"Jadi?" tuntut Ryeowook. Sungmin menatap gugup ketiga sahabatnya.
"Ng.. sejak.. sejak kami ke pasar malam 3 minggu lalu.." lirih Sungmin.
"KALIAN KE PASAR MALAM BERSAMA?" Koor ketiga sahabatnya, membuat seluruh penghuni kelas menatap ke arah mereka, membuat Sungmin panik.
"Ssstttttt… akan aku jelaskan" Sungmin berusaha menenangkan ketiga sahabatnya. Akhirnya Sungmin menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya.
"Kau tertarik padanya" ujar Eunhyuk. Donghae tersenyum.
"Huh? Apakah terlihat seperti itu?" Sungmin bertanya. Kali ini Ryeowook mengangguk.
"Jelas sekali Min, kau belum pernah menceritakan seorang namja seperti itu.. kau.. banyak memujinya" tambah Ryeowook.
"Be.. benarkah?" wajah Sungmin memerah. Ia tidak menyadari jika ia sering memuji Kyuhyun.
"Hm. Tapi aku masih meragukan Kyuhyun sunbae" ujar Eunhyuk.
"Wae? Kyuhyun hyung orang yang baik" protes Donghae. Eunhyuk mengernyit, tidak biasanya Donghae membela seorang namja yang mendekati salah satu dari mereka.
"Aku merasa ini terlalu cepat" sergah Eunhyuk mengabaikan protes Donghae.
"Hm. Aku juga merasa seperti itu.. Ini memang terlalu cepat. Bukankah kita baru mengenal Kyuhyun sunbae kurang lebih 2 bulan? baiklah.. aku akan coba menanyakannya pada Yesung oppa" ujar Ryeowook.
"Lagipula Min.. bagaimana dengan Putra Mahkota?" Tanya Eunhyuk.
"Itu yang aku takutkan Hyuk.. aku takut aku tidak akan bisa menolak Putera Mahkota.." lirih Sungmin sedih.
"Hei, santai saja, bukankah saat ini dia belum menunjukkan batang hidungnya padamu? Berharap saja dia melupakanmu. Toh sudah hampir 10 tahun yang lalu.. Pikirkan saja Kyuhyun sunbae yang sekarang di hadapanmu.." ujar Ryeowook ceria.
"Huh? Kau benar juga Wook-ie.." ujar Sungmin, kini lebih ceria. Eunhyuk pun mengangguk-angguk setuju.
"Jangan terlalu berharap.." celetuk Donghae, mematahkan harapan mereka.
"Ya! Kau merusak suasana!" teriak Ryeowook.

###

"Oppa… aku mau bercerita.." Ryeowook memulai jurusnya. Saat ini ia sedang makan malam bersama Yesung.
"Hm? Ada apa chagi.. ceritakan saja.."
"Ini mengenai Sungmin.. dan Kyuhyun sunbae" Yesung menatap Ryeowook, ia sedikit kaget.
"Wae? Ada apa dengan mereka berdua?"
"Ummm.. entahlah, kau jangan bilang-bilang pada Kyuhyun sunbae ya.. aku merasa Sungmin jatuh cinta pada Kyuhyun sunbae" ujar Ryeowook.
Yesung mengangkat satu alisnya. 'Kyuhyun pasti akan terbang ke awang-awang jika aku menceritakan ini' pikirnya.
"Lalu? Kenapa kau terlihat seperti itu chagi? Bukankah seharusnya kau gembira karena akhirnya sahabatmu itu jatuh cinta?"
"Ummm.. bukan seperti itu oppa.. aku hanya tidak mau Sungmin tersakiti.. aku tahu dia belum pernah punya pengalaman sama sekali.. aku ingin sebelum dia terlalu jauh…"
"Kyuhyun orang yang sangat baik. Aku pastikan itu Chagi" Yesung tersenyum dan memotong perkataan Ryeowook. Ryeowook menatap Yesung.
"Benarkah?"
"Ya. Dan aku tahu seberapa besar ia mengagumi, menyayangi, dan mencintai Sungmin" tegas Yesung. Kali ini mata Ryeowook membelalak kaget.
"Kyu.. Kyuhyun sunbae mencintai Sungmin?"
"Ya" Yesung mengangguk mantap.
"Jinjja? Kau yakin oppa?" tuntut Ryeowook.
"Sangat yakin"
"Dan dia juga kagum pada Sungmin?"
"Ya"
"Kenapa?"
"Hal itu aku tidak bisa menjawabnya chagi.. kau bisa tanyakan sendiri pada Kyuhyun"
"Baiklah, aku lega sekarang" Ryeowook menghela napas.
"Aku tidak menyangka ikatan persahabatan kalian sekuat itu. Aku kagum" celetuk Yesung.
"Huh?" Ryeowook menatap Yesung.
"Aku tahu kau dan sahabat-sahabatmu ingin mengorek informasi tentang Kyuhyun dariku, apa aku salah?" Yesung tersenyum jahil menggoda kekasihnya. Wajah Ryeowook memerah.
"Mwo? Kau sudah tahu, oppa?" Ryeowook menunduk.
"Tentu saja, aku tidak bodoh, kau tahu?"
"Mianhae oppa.." lirih Ryeowook.
"Gwenchana chagi.. sampaikan salamku pada mereka.."
"Ne oppa… akan kusampaikan" lirih Ryeowook malu.

###

"Sungmin tertarik padamu" ujar Donghae. Mereka kembali berada di tribun lapangan basket.
"Aku tahu.." Kyuhyun nyengir lebar. Donghae terkekeh.
"Pasti Yesung hyung sudah memberitahumu" kekeh Donghae.
"Memang siapa lagi?"
"Perlu kau tahu.. Sungmin masih ragu.." Donghae menatap Kyuhyun.
"Mwo? Kenapa?" Kyuhyun mengernyitkan dahinya.
"Masalah surat darimu 9 tahun yang lalu.."
"Apa hubungannya dengan itu?"
"Yah.. dia ragu apakah ia akan menyakiti hati Putra Mahkota jika tahu bahwa ia menyukaimu.."
"Huh? Aku kan orang yang sama?"
"Dia kan tidak tahu jika kau orang yang sama dengan Putra Mahkota" Donghae memutar bola matanya. 'Ternyata Kadang-kadang Putra Mahkota bisa bodoh juga' pikirnya.
"Oh!" Kyuhyun menepuk dahinya. Dia lupa! Bagaimana ia bisa sebodoh ini? Dia memperkenalkan diri seolah-olah ia adalah orang yang berbeda demi Sungmin yang melihat dirinya apa adanya. Sungmin pasti merasa sangat bersalah saat ini karena berfikir telah mengkhianati sang Pangeran. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun tersenyum. Ia berfikir Sungmin memang sangat baik, Sungmin masih saja memikirkan perasaan orang lain yang bahkan tidak ia kenal dan tidak pernah ia temui sebelumnya. Sungmin takut menyakiti orang itu. Padahal bisa saja Sungmin egois tidak mau tahu menahu tentang isi surat tersebut dan mementingkan hatinya saja.
"Bagaimana hyung?" Tanya Donghae.
"Akan aku atur Hae, nanti pada hari pelantikanku. Dia akan tahu pada saat yang tepat. Sepertinya aku akan membutuhkan bantuanmu lagi" ujar Kyuhyun.
"Baiklah hyung" jawab Donghae.


To Be Continue

Monday, 7 July 2014

Travelling to Perth, West Australia 22 - 28 June 2014 Part 2



WALK AROUND THE CITY OF PERTH

Jalan-jalan di sekitar kota Perth. Sedikit tempat yang saya kunjungi kali ini. Selain jadwal training yang padat 9 AM - 5 PM, kota ini baru bangun pada jam 8 AM (bus di halte terdekat mulai jam 7.30 AM) dan tidur kembali pada jam 5-6 PM. Bagaimana saya bisa jalan-jalan????

Tempat training yang cukup jauh dari Hotel, memberikan saya cukup kesempatan untuk sedikit menjelajah kota ini. Bemodal peta CAT BUS dan mengandalkan FREE Charge, saya mengambil rute CAT BUS berbeda setiap harinya. Hasilnya lumayan, walau deg-degan juga waktu mengambil rute Green Cat karena  ternyata macet serta harus memutar dan transit di terminal. Saya khawatir tidak keburu untuk naik Blue Cat selanjutnya (bus terakhir jam 7PM). Berikut hasil jalan-jalan saya.

Ord Street
Jalan ini sangat sepi karena hanya terdiri dari gedung perkantoran dan entah apa. Disinilah tempat CGG menyelenggarakan training.
Ord Street, Perth, West Australia

King Street, Perth, West Australia

Outram Street
Jalan ini terletak berdekatan dengan Ord Street, tapi jauh lebih ramai. Jalannya juga besar, terdiri dari cafe-cafe dan restauran. Sepanjang trotoar ditumbuhi oleh pohon maple yang sangat indah karena daunnya yang berwarna kuning-kemerahan.
Outram Street, Perth, West Australia

Outram Street, Perth, West Australia

Outram Street, Perth, West Australia

Hay Street
Jalan ini cukup terkenal karena di sepanjang jalannya terdiri dari berbagai macam distro dan cafe. Kalau mau berbelanja murah, disinilah tempatnya. London Court dan Pusat Perbelanjaan MEYR juga terletak  di Hay Street.
Hay Street, Perth, West Australia

London Court, Hay Street, Perth, West Australia

London Court, Hay Street, Perth, West Australia

Murray Street
Seperti Hay Street, Jalan ini juga cukup terkenal karena di sepanjang jalannya terdiri dari berbagai macam distro dan cafe. Kalau mau berbelanja murah, disinilah tempatnya. Murray Street terhubung dengan Hay Street.

The Church on Hay Street yang setiap jam bunyi

Water Park in front of MEYR


Central Park
Central Park adalah taman kecil yang terletak di Hay Street, di seberang Wels Church. Taman ini sederhana, tapi lumayan untuk tempat menghabiskan waktu *asal tidak pada musim dingin.
Central Park, Perth, West Australia
Duduk-duduk pagi sambil nunggu Bus at Central Park, Perth, West Australia


Kings Park
Sesuai namanya, taman ini adalah taman paling besar di Perth. Di dalamnya ada beberapa monumen bersejarah, termasuk monumen Bom Bali. Saya main kesini atas rekomendasi teman saya Vanessa. Pagi sebelum berangkat training, sekitar jam 7.30 AM saya naik Red Cat bus kemudian transit menggunakan Green Cat Bus untuk mencapai Kings Park. Turun di Havelock, saya berjalan menuju Fraser Ave. Sampai disana, jam 8 AM ternyata masih sempet dapet Sunrise.. hohoo lucky. Nggak seperti di Bromo hunting sunrise jam 2 pagi :P

Sunrise at Kings Park, Perth, West Australia

Sunrise at Kings Park, Perth, West Australia

Sunrise at Kings Park, Perth, West Australia

Salah satu monumen bersejarah at Kings Park, Perth, West Australia

 Kings Park, Perth, West Australia

Kings Park, Perth, West Australia

Kings Park, Perth, West Australia


PLANTS AT PERTH

Banyak tumbuh-tumbuhan yang jarang kita jumpai di Indonesia ada di Perth. Silakan langsung lihat foto-fotonya aja yaa..











Travelling to Perth, West Australia 22 - 28 June 2014 Part 1

Helloooooo...

Kali ini mari kita berpetualang ke Negeri Kangguru.. :)


 Pada tanggal 22 -28 Juni 2014 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota di Aussie, yaitu Perth. Saya  mengikuti training software Geofisika Hampson Russel yang diselenggarakan oleh CGG. Kesan pertama saya di kota ini adalah SEPI. Bandara Internationalnya juga sepi sekali. Hari paling sepi di Perth adalah hari Minggu karena penduduknya beristirahat di rumah untuk mengisi tenaga menghadapi hari Senin. Sedangkan hari paling ramai di Perth adalah Jumat malam.


Perth International Airport (PER)

Perth adalah kota pekerja, penduduknya sedikit, sekitar 7 jutaan dan kebanyakan adalah pendatang. Tidak ada mall besar di Perth seperti Jakarta, yang ada hanyalah distro-distro bertebaran di beberapa tempat. Toko-toko di Perth buka pada 08.00 AM - 05.00 PM, kecuali hari Jumat sampai 09.00 PM. Jadi, jangan berharap bisa pergi shopping setelah pulang kerja yaa.. karena jalanan disana sudah sepi.



VISA AUSTRALIA

Saat ini sudah diberlakukan e-visa untuk United Kingdom dan kroni-kroninya. Jadi, visa Australia ini tidak berbentuk visa tempel, melainkan "Grant Letter" yang dikirimkan melalui email. Waktu pemrosesan visa adalah 1 minggu (5 hari kerja) untuk visa bisnis dan  2 minggu (10 hari kerja) untuk visa tourist terhitung 1 hari setelah pengajuan. Formulir visa dapat di dowload di :
http://www.vfs-au-id.com/

Grant Letter Visa Australia


GARUDA INDONESIA (BUSSINES CLASS)

Pertama kali naik pesawat yang Bussines Class. Norak?? IYA!! Karena kali ini saya bepergian sendiri, jadi tidak ada yang bisa diintili *halah bahasanya. Saat Check-in di Bandara Soekarno Hatta, saya sempat bingung mencari counter Check-in nya yang ternyata terpisah. Counter Check-In untuk Bussines Class ini berada agak ke dalam, di samping counter Check-In yang non Baggage. Setelah Check-In, saya diberikan kupon Lounge dan Fast Track Card, kemudian ditawarkan untuk diantar ke Executive Lounge. Sempat terfikir untuk memakai kupon tersebut untuk penerbangan lain, tapi untung saja tidak jadi, karena di Lounge Garuda ada bagian imigrasi khusus executive class. Jadi, saya tidak perlu mengantri di bagian imigrasi. *Kelebihan dari Bussines Class yang sangat berguna menurut saya. Selain itu, bagasi saya juga keluar duluan *priority baggage dan keluar pesawat juga duluan. *Senangnya.
Ingat, Fast Track Immigration hanya berlaku di Indonesia yaa.. di bandara luar kita harus mengantri seperti biasa.




Kembali ke Indonesia, saya juga diberikan Fast Track. Kali ini, sangat terasa keuntungannya karena saat itu pendaratan sedang ramai sehingga di imigrasi antriannya panjaaaaaangggg sekali.. Dengan tersenyum bersyukur, diarahkan oleh petugas Garuda, saya masuk counter imigrasi khusus yang disediakan untuk pemegang kartu Fast Track. Satu lagi, ternyata tidak semua penumpang kelas Bisnis diberikan Fast Track, hanya yang berwarga negara Indonesia saja. Soalnya, orang sebelah saya tidak dapat.




WEATHER/CUACA

Mendarat di Perth tanggal 22 Juni 2014, suhu sekitar adalah 10 derajat Celcius. Cukup dingin untuk orang tropis seperti saya. Bulan Juni- Agustus adalah musim dingin di Perth, walau katanya tidak pernah sampai ada salju. Suhu di pagi hari sekitar 2-3 derajat Celcius, siang hari sekitar 14 derajat (kalau beruntung bisa sampai 18 derajat), sore menjelang malam sekitar 10 derajat, dan malam hari sekitar 5-7 derajat celcius.


KOMUNIKASI

Keluar dari custom, saya langsung menemukan counter vodafone, dan ternyata penjualnya orang Indonesia.. hihihi. Jadilah saya langsung beli sim card dengan harga AUS$ 34 include internet 1 Gb untuk 7 hari dan pulsa sms telepon (yang ternyata banyak banget sampe sekarang belom abis) AUS$ 750.


TRANSPORTASI

Dari bandara ke hotel Holiday Inn di Centre Perth, saya naik taksi. Kebetulan bertemu kakak angkatan 2003 Geofisika UGM, jadi numpang taksi dia (keuntungan : GRATIS ^^). Tapi waktu pulang, dari Hotel Holiday Inn ke Bandara International Perth (PER) saya naik taksi sendiri (sekitar 30 menit), ternyata biayanya AUD 48. WOW!
TransPerth Zone Map

Perth menyediakan beberapa transportasi lokal seperti Bus, Train, Boat, dan Taxi. Ongkos bus maupun train dibagi berdasarkan zona. Semakin banyak kita berpindah zona, maka akan semakin mahal bayarnya. Tiap-tiap zona memiliki radius kurang lebih 10km dihitung dari Center Perth. Akan tetapi, jika kita hanya berpergian dalam 1 zona, maka kita tidak perlu membayar alias GRATIS. Contohnya adalah CAT BUS yang ada di Centre Perth. Perlu diingat, untuk Bus, jam terakhir perjalanan adalah jam 7 malam, jadi jangan sampai ketinggalan yaa..
FREE CAT BUS MAP

Untuk tiket perjalanan, dapat dibeli di tiket box di stasiun atau kalau mau lebih gampang, silakan membeli smartcard rider di stasiun (AUD 10 per standard card). Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat di web :
http://www.transperth.wa.gov.au/


MAKANAN

My Breakfast.. T.T
Untuk makanan.. memang cukup mahal disini. Menu restaurant biasa untuk 1 porsinya rata-rata AUD 15-25. KFC dan McD yang familiar dengan lidah kita pun 1 paket menunya sekitar AUD 8-12. Harga 1 botol minuman sekitar AUD 3. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam membelanjakan uang anda untuk makan. Kalau perlu, bawalah indomie atau makanan instant secukupnya. Saya kemarin membawa Mi instant, Bubur Instant, Coklat, Coklat Bubuk, Wafer, dan Cabai bubuk (baca : boncabe), tapi karena tidak yakin boleh atau tidak, makanya saya declare di bagian custom bandara. Alhamdulillaah semuanya dibolehkan. Saya paling bersyukur  membawa boncabe, karena makanan disana minim Bumbu alias Hambar.

Chicken Shnitzel *keliatan enak kan? tapi sumpah rasanya hambar..

Chicken Salad? *whatever


Sedangkan minuman, kita bisa mengambil air minum dari keran (airnya sudah bersih), tapi saya merasa ada bau kaporitnya, sehingga saya lebih memilih untuk memasak airnya terlebih dahulu.
Satu lagi hal penting bagi penggemar Koleksi Tumbler StarBucks, di Perth TIDAK ADA StarBucks!!! :D

Seafood Bolognaise Fettuchini with Spinach *ini yang paling enak

SHOPPING

City Wide Sale - Murray Street
Banyak sekali distro dan tempat perbelanjaan di Perth yang menggelar SALE, contohnya di Hay Street. Apalagi kalau sudah memasuki weekend. Sepatu yang biasanya seharga 800rb-an disini, disana bisa jadi AUD 3-4!! Lumayan kan? Tapi karena saya adalah tipe orang yang membeli jika BUTUH bukan jika SUKA, maka saya hanya melewati SALE tersebut dan tidak membeli apa-apa.. hihihi.. *sampe diomelin sama temen yang suka shopping :P
MEYR Perth
Nah ini dia Hay Street


SOUVENIR

Berburu souvenir dan tidak mau repot?? Gampang, tinggal jalan ke Hay Street atau Murray Street dan temukan MEYR. Disana banyak yang menjual souvenir. Souvenir disana termasuk mahal untuk kantong saya, minimal AUD 4 untuk satu tempelan magnet atau gantungan kunci. Boneka kecil sebesar 2 jari berharga AUD 30 *tarik napas panjang... buang.

E-Shed Market, Fremantle Port
Akhirnya saya cari-cari di internet tempat jual souvenir murah di Perth. Lalu muncullah E-Shed Market yang terletak di Fremantle. Fremantle adalah kota pelabuhan yang berjarak kira-kira 20 km dari Centre Perth. E-Shed market ini hanya buka pada hari Jumat - Minggu pukul 9AM - 5PM. Jadi, hari Sabtu pagi, setelah check out hotel dan menitipkan koper pada resepsionis, saya nekad ke Fremantle naik kereta Fremantle Line. Dari Holiday Inn, saya berjalan kaki menuju Perth Centre Station.





Di Perth Centre Station, saya membeli smartcard rider seharga AUD 10 beserta isinya AUD 10 untuk bolak-balik ke Fremantle. Perjalanan ke Fremantle membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit. Sepanjang perjalanan, saya dapat melihat beberapa perumahan bergaya Eropa (yang ternyata ada yang kumuh juga) serta pantai. Ya, Fremantle Line menelusuri Pantai Barat Perth.


Perth Centre Station

Fremantle Station
08.30 AM, saya sampai di stasiun Fremantle dan keluar menuju E-Shed Market yang terletak persis di depan stasiun. Akan tetapi, karena E-Shed Market baru buka jam 09.00 AM, maka saya bermaksud keliling dulu. Kesan pertama, lagi-lagi SANGAT SEPI. Sepi disini lebih parah daripada kota Perth, sehingga membuat saya hampir ketakutan.

University of Notre Dame Australia

University of Notre Dame Australia

09.00 AM saya meluncur ke E-Shed Market, ternyata isinya penjual souvenir semua dan belum banyak yang buka. Saya menghampiri salah satu toko yang sudah buka bernama AUSSIN. Ternyata penjualnya orang Indonesia dari Tanggerang, namanya Ibu Ade. Benar saja, souvenir disana jauh lebih murah. Tempelan magnet besar sekitar @ AUD 3, dan yang kecil AUD 4 untuk 6 buah. Belanja disini, banyak diskonnya, beli 3 gratis 1. Hampir semua barang seperti itu. Untuk kaos, harganya sekitar AUD 9 dan boneka kangguru atau koala AUD 7 - 10. Pajangan piring AUD 10-20. Sedangkan tas harganya berkisar AUD 8 - 20. Akhirnya, saya belanja banyak disini, ahahaaaa..
Suasana di kota Fremantle yang sepi

Fremantle City, Perth, West Australia


Oke.. untuk jalan-jalan around city silakan ke part 2 yaa.. /bye



Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...