Travelling to Perth, West Australia 22 - 28 June 2014 Part 1

Helloooooo...

Kali ini mari kita berpetualang ke Negeri Kangguru.. :)


 Pada tanggal 22 -28 Juni 2014 lalu, saya berkesempatan mengunjungi salah satu kota di Aussie, yaitu Perth. Saya  mengikuti training software Geofisika Hampson Russel yang diselenggarakan oleh CGG. Kesan pertama saya di kota ini adalah SEPI. Bandara Internationalnya juga sepi sekali. Hari paling sepi di Perth adalah hari Minggu karena penduduknya beristirahat di rumah untuk mengisi tenaga menghadapi hari Senin. Sedangkan hari paling ramai di Perth adalah Jumat malam.


Perth International Airport (PER)

Perth adalah kota pekerja, penduduknya sedikit, sekitar 7 jutaan dan kebanyakan adalah pendatang. Tidak ada mall besar di Perth seperti Jakarta, yang ada hanyalah distro-distro bertebaran di beberapa tempat. Toko-toko di Perth buka pada 08.00 AM - 05.00 PM, kecuali hari Jumat sampai 09.00 PM. Jadi, jangan berharap bisa pergi shopping setelah pulang kerja yaa.. karena jalanan disana sudah sepi.



VISA AUSTRALIA

Saat ini sudah diberlakukan e-visa untuk United Kingdom dan kroni-kroninya. Jadi, visa Australia ini tidak berbentuk visa tempel, melainkan "Grant Letter" yang dikirimkan melalui email. Waktu pemrosesan visa adalah 1 minggu (5 hari kerja) untuk visa bisnis dan  2 minggu (10 hari kerja) untuk visa tourist terhitung 1 hari setelah pengajuan. Formulir visa dapat di dowload di :
http://www.vfs-au-id.com/

Grant Letter Visa Australia


GARUDA INDONESIA (BUSSINES CLASS)

Pertama kali naik pesawat yang Bussines Class. Norak?? IYA!! Karena kali ini saya bepergian sendiri, jadi tidak ada yang bisa diintili *halah bahasanya. Saat Check-in di Bandara Soekarno Hatta, saya sempat bingung mencari counter Check-in nya yang ternyata terpisah. Counter Check-In untuk Bussines Class ini berada agak ke dalam, di samping counter Check-In yang non Baggage. Setelah Check-In, saya diberikan kupon Lounge dan Fast Track Card, kemudian ditawarkan untuk diantar ke Executive Lounge. Sempat terfikir untuk memakai kupon tersebut untuk penerbangan lain, tapi untung saja tidak jadi, karena di Lounge Garuda ada bagian imigrasi khusus executive class. Jadi, saya tidak perlu mengantri di bagian imigrasi. *Kelebihan dari Bussines Class yang sangat berguna menurut saya. Selain itu, bagasi saya juga keluar duluan *priority baggage dan keluar pesawat juga duluan. *Senangnya.
Ingat, Fast Track Immigration hanya berlaku di Indonesia yaa.. di bandara luar kita harus mengantri seperti biasa.




Kembali ke Indonesia, saya juga diberikan Fast Track. Kali ini, sangat terasa keuntungannya karena saat itu pendaratan sedang ramai sehingga di imigrasi antriannya panjaaaaaangggg sekali.. Dengan tersenyum bersyukur, diarahkan oleh petugas Garuda, saya masuk counter imigrasi khusus yang disediakan untuk pemegang kartu Fast Track. Satu lagi, ternyata tidak semua penumpang kelas Bisnis diberikan Fast Track, hanya yang berwarga negara Indonesia saja. Soalnya, orang sebelah saya tidak dapat.




WEATHER/CUACA

Mendarat di Perth tanggal 22 Juni 2014, suhu sekitar adalah 10 derajat Celcius. Cukup dingin untuk orang tropis seperti saya. Bulan Juni- Agustus adalah musim dingin di Perth, walau katanya tidak pernah sampai ada salju. Suhu di pagi hari sekitar 2-3 derajat Celcius, siang hari sekitar 14 derajat (kalau beruntung bisa sampai 18 derajat), sore menjelang malam sekitar 10 derajat, dan malam hari sekitar 5-7 derajat celcius.


KOMUNIKASI

Keluar dari custom, saya langsung menemukan counter vodafone, dan ternyata penjualnya orang Indonesia.. hihihi. Jadilah saya langsung beli sim card dengan harga AUS$ 34 include internet 1 Gb untuk 7 hari dan pulsa sms telepon (yang ternyata banyak banget sampe sekarang belom abis) AUS$ 750.


TRANSPORTASI

Dari bandara ke hotel Holiday Inn di Centre Perth, saya naik taksi. Kebetulan bertemu kakak angkatan 2003 Geofisika UGM, jadi numpang taksi dia (keuntungan : GRATIS ^^). Tapi waktu pulang, dari Hotel Holiday Inn ke Bandara International Perth (PER) saya naik taksi sendiri (sekitar 30 menit), ternyata biayanya AUD 48. WOW!
TransPerth Zone Map

Perth menyediakan beberapa transportasi lokal seperti Bus, Train, Boat, dan Taxi. Ongkos bus maupun train dibagi berdasarkan zona. Semakin banyak kita berpindah zona, maka akan semakin mahal bayarnya. Tiap-tiap zona memiliki radius kurang lebih 10km dihitung dari Center Perth. Akan tetapi, jika kita hanya berpergian dalam 1 zona, maka kita tidak perlu membayar alias GRATIS. Contohnya adalah CAT BUS yang ada di Centre Perth. Perlu diingat, untuk Bus, jam terakhir perjalanan adalah jam 7 malam, jadi jangan sampai ketinggalan yaa..
FREE CAT BUS MAP

Untuk tiket perjalanan, dapat dibeli di tiket box di stasiun atau kalau mau lebih gampang, silakan membeli smartcard rider di stasiun (AUD 10 per standard card). Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat di web :
http://www.transperth.wa.gov.au/


MAKANAN

My Breakfast.. T.T
Untuk makanan.. memang cukup mahal disini. Menu restaurant biasa untuk 1 porsinya rata-rata AUD 15-25. KFC dan McD yang familiar dengan lidah kita pun 1 paket menunya sekitar AUD 8-12. Harga 1 botol minuman sekitar AUD 3. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam membelanjakan uang anda untuk makan. Kalau perlu, bawalah indomie atau makanan instant secukupnya. Saya kemarin membawa Mi instant, Bubur Instant, Coklat, Coklat Bubuk, Wafer, dan Cabai bubuk (baca : boncabe), tapi karena tidak yakin boleh atau tidak, makanya saya declare di bagian custom bandara. Alhamdulillaah semuanya dibolehkan. Saya paling bersyukur  membawa boncabe, karena makanan disana minim Bumbu alias Hambar.

Chicken Shnitzel *keliatan enak kan? tapi sumpah rasanya hambar..

Chicken Salad? *whatever


Sedangkan minuman, kita bisa mengambil air minum dari keran (airnya sudah bersih), tapi saya merasa ada bau kaporitnya, sehingga saya lebih memilih untuk memasak airnya terlebih dahulu.
Satu lagi hal penting bagi penggemar Koleksi Tumbler StarBucks, di Perth TIDAK ADA StarBucks!!! :D

Seafood Bolognaise Fettuchini with Spinach *ini yang paling enak

SHOPPING

City Wide Sale - Murray Street
Banyak sekali distro dan tempat perbelanjaan di Perth yang menggelar SALE, contohnya di Hay Street. Apalagi kalau sudah memasuki weekend. Sepatu yang biasanya seharga 800rb-an disini, disana bisa jadi AUD 3-4!! Lumayan kan? Tapi karena saya adalah tipe orang yang membeli jika BUTUH bukan jika SUKA, maka saya hanya melewati SALE tersebut dan tidak membeli apa-apa.. hihihi.. *sampe diomelin sama temen yang suka shopping :P
MEYR Perth
Nah ini dia Hay Street


SOUVENIR

Berburu souvenir dan tidak mau repot?? Gampang, tinggal jalan ke Hay Street atau Murray Street dan temukan MEYR. Disana banyak yang menjual souvenir. Souvenir disana termasuk mahal untuk kantong saya, minimal AUD 4 untuk satu tempelan magnet atau gantungan kunci. Boneka kecil sebesar 2 jari berharga AUD 30 *tarik napas panjang... buang.

E-Shed Market, Fremantle Port
Akhirnya saya cari-cari di internet tempat jual souvenir murah di Perth. Lalu muncullah E-Shed Market yang terletak di Fremantle. Fremantle adalah kota pelabuhan yang berjarak kira-kira 20 km dari Centre Perth. E-Shed market ini hanya buka pada hari Jumat - Minggu pukul 9AM - 5PM. Jadi, hari Sabtu pagi, setelah check out hotel dan menitipkan koper pada resepsionis, saya nekad ke Fremantle naik kereta Fremantle Line. Dari Holiday Inn, saya berjalan kaki menuju Perth Centre Station.





Di Perth Centre Station, saya membeli smartcard rider seharga AUD 10 beserta isinya AUD 10 untuk bolak-balik ke Fremantle. Perjalanan ke Fremantle membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit. Sepanjang perjalanan, saya dapat melihat beberapa perumahan bergaya Eropa (yang ternyata ada yang kumuh juga) serta pantai. Ya, Fremantle Line menelusuri Pantai Barat Perth.


Perth Centre Station

Fremantle Station
08.30 AM, saya sampai di stasiun Fremantle dan keluar menuju E-Shed Market yang terletak persis di depan stasiun. Akan tetapi, karena E-Shed Market baru buka jam 09.00 AM, maka saya bermaksud keliling dulu. Kesan pertama, lagi-lagi SANGAT SEPI. Sepi disini lebih parah daripada kota Perth, sehingga membuat saya hampir ketakutan.

University of Notre Dame Australia

University of Notre Dame Australia

09.00 AM saya meluncur ke E-Shed Market, ternyata isinya penjual souvenir semua dan belum banyak yang buka. Saya menghampiri salah satu toko yang sudah buka bernama AUSSIN. Ternyata penjualnya orang Indonesia dari Tanggerang, namanya Ibu Ade. Benar saja, souvenir disana jauh lebih murah. Tempelan magnet besar sekitar @ AUD 3, dan yang kecil AUD 4 untuk 6 buah. Belanja disini, banyak diskonnya, beli 3 gratis 1. Hampir semua barang seperti itu. Untuk kaos, harganya sekitar AUD 9 dan boneka kangguru atau koala AUD 7 - 10. Pajangan piring AUD 10-20. Sedangkan tas harganya berkisar AUD 8 - 20. Akhirnya, saya belanja banyak disini, ahahaaaa..
Suasana di kota Fremantle yang sepi

Fremantle City, Perth, West Australia


Oke.. untuk jalan-jalan around city silakan ke part 2 yaa.. /bye



Comments

Post a Comment