Wednesday, 7 November 2012

Metode Very Low Frequency (VLF) -- Survei, Introduction




Prinsip pengukuran metode VLF yaitu sumber gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah yang disebut sebagai medan primer dan mempunyai frekuensi 15 kHz sampai 30 kHz, dirambatkan di antara permukaan bumi dan ionosfer.

Dalam tubuh batuan konduktif, medan primer ini akan menginduksi arus sekunder didalamnya yang disebut arus Eddy. Arus ini akan membangkitkan medan sekunder yang kemudian bergabung dengan medan primer. Medan sekunder yang dibangkitkan tergantung dari besaran fisika yang terkandung dalam batuan yaitu resistivitas atau konduktivitas. Dengan melakukan pengukuran medan total (primer + sekunder) di permukaan bumi dapat diketahui resistivitas sebagai salah satu sifat fisis batuan. 

Ada dua jenis pengukuran VLF, yaitu mode tilt-angle dan mode resistivity. Mode tilt-angle mengukur polarisasi komponen medan magnetik, sedangkan mode resistivity mengukur polarisasi komponen medan magnetik dan medan listrik. 


Mode Tilt-angle

Mode tilt angle digunakan untuk mengetahui struktur konduktif dan kontak geologi seperti zona alterasi, patahan, dan dike konduktif. Dalam mode ini, arah strike target memiliki sudut ±45° dengan lokasi pemancar. Pada konfigurasi pengukuran semacam ini, medan primer akan memberikan fluks yang maksimum jika memotong struktur, sehingga memberikan kemungkinan anomali yang paling besar.

Medan magnet yang memiliki komponen horisontal dan vertikal membentuk sebuah elips yang dapat ditunjukkan dengan sudut tilt dari sumbu mayor dan sumbu horisontalnya, dan eliptisitasnya (perbandingan sumbu minor/sumbu mayor). Alat akan mengukur dua besaran tersebut dari pengukuran komponen in-phase dan out-of-phase medan magnetik vertikal dari medan horisontalnya. Data tilt biasanya disajikan dalam derivative Fraser.


Design Survey untuk Mode Tilt
Parameter eliptisitas kadang digunakan untuk mengetahui bahwa struktur di bawah memiliki konduktivitas tinggi (berharga kurang dari nilai tilt tetapi bertanda terbalik) atau memiliki konduktivitas rendah (bernilai dan bertanda sama dengan nilai tilt).
Dalam pengukuran, instrumen T-VLF akan menghitung parameter sudut tilt dan eliptisitas dari pengukuran komponen in-phase dan out-of phase medan magnet vertikal terhadap komponen horizontalnya. Besar sudut tilt (%) akansama dengan perbandingan Hz/Hx dari komponen in-phase-nya, sedang besar eliptisitas ε (%) sama dengan perbandingan komponen kuadraturnya.
Jika medan magnet horizontal adalah Hx dan medan vertikalnya sebesar Hxe, maka sudut tilt diberikan sebagai :

    



Skema Ellipt
Gambar dibawah ini adalah contoh grafik pengukuran VLF menggunakan metode Tilt. Grafik tersebut terdiri dari nilai tilt, eliptisitas, dan Fraser. Jika grafik tilt berada di atas grafik ellipt, maka dapat dikatakan zona tersebut merupakan zona konduktif. Fraser yang tinggi menunjukkan konduktivitas yang tinggi dan grafik tersebut menunjukkan tempat sebenarnya. Berikut contoh grafiknya (VLF Praktikum Fisika Gunung Api Bromo 2009)




Mode Resisitivity
Mode ini digunakan untuk mengetahui dike resistif dan disisi lain untuk membatasi satuan geologi melalui pemetaan tahanan jenisnya. Mode ini sangat baik jika arah pemancar tegak lurus strike geologinya (±45°) seperti terlihat pada gambar dibawah.

Design Survey untuk Mode Resistivity

Alat akan langsung mengukur besarnya tahanan jenis medium dan besarnya sudut fase medium. Letak anomali secara kasar berada di bawah puncak anomali tahanan jenis. Sedangkan harga fase > 45° menunjukkan tahanan jenis semakin dalam semakin kecil, dan fase < 45° menunjukkan tahanan jenis semakin dalam makin besar.

Berikut Contoh hasil pemrosesan data VLF(Geophysics Expedition Kamojang 2009)





 Credit : 
1.  Paper berjudul " Identifikasi Zona Konduktif Dangkal Menggunakan Metode VLF (Very Low Frequency) pada Lereng Gunungapi Bromo dan Gunung Batok, Jawa Timur" oleh Mawar Indah Nursina, Ikhsan Hanurogo, Elnisa Kartikasari, Goldy Oceaneawan dan Fradana Hanung

2.  Modul VLF Geophysics Expedition Kamojang Universitas Gadjah mada

3. Paper Berjudul "Analisis Data VLF (Very Low Frequency) untuk Indentifikasi Sesar dan Batas Zona Alterasi di Sekitar Kawah Kreta, Kawah Manuk, dan Kawah Barecek, Kamojang, Jawa Barat" oleh Mawar Indah Nursina, Fajar Rubyanto, dan Wahid Setiadi



15 comments:

  1. ga tahan mau komen, angle itu dibaca apa Maw? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyeeemmm,, mengingat jaman jahiliyah lagi,,

      Bacanya "Enggel" bukan "Enjel" yaaaa,,, hahaha =))

      Delete
  2. maw2,,ajariin penyelesaian persamaan gelombang metode finite element dan finite different donk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduhhhh,, kalo itu cari di internet aja ya cal,, udah kabur-kabur tuh ingetan ttg finite difference di otak ane,, wkwkwkwk,, :))

      Delete
  3. salam, bisa minta referensi paper yang judulnya "Analisis Data VLF (Very Low Frequency) untuk Indentifikasi Sesar dan Batas Zona Alterasi di Sekitar Kawah Kreta, Kawah Manuk, dan Kawah Barecek, Kamojang, Jawa Barat".?

    ReplyDelete
  4. salam.. punya ebook atau pdf tentang VLF ? kalau punya, boleh kirim via email kah? terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam.. hmm.. kalau e-book mungkin ada.. tapi sepertinya harus dicari dulu..

      Delete
  5. Assalaamu'alaykum wrwb..
    Mbak, saya boleh minta listing program MATLAB yang digunakan atau tidak?
    terima kasih

    ReplyDelete
  6. Salam...
    mbak, saya mau minta tolong kalau mbak punya program transver TVLF saya boleh minta programnya...
    makasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. program transfer apa ya maksudnya? aku catet manual soalnya.. *pake TVLF jaman dulu :D

      Delete
  7. mau tanya mb ,, Dari penampang matlab, kenapa nilai RAE bisa persen (%) ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. seingetku.. hasil pengukuran menggunakan T-VLF adalah nilai tilt (%) dan eliptisitas (%).. mungkin itu sih..

      Delete
  8. Assalamualaikum, mbak maaf mau tanya, kalau θ kan nilai tilt anglenya, nah kalau ∅ apa ya mbak? mohon d koreksi, terimakasih

    ReplyDelete
  9. Permisi mbak. Gak sengaja nemu artikel tentang VLF.
    Mohon bantuan info mbak.
    Saya sedang membuat metal detektor VLF untuk logam non magnetik pertambangan (perak dan emas), tapi terkendala pada hasil jangkauan deteksi, tidak mampu lebih dari 1 meter. Ditambah, kendala interferensi dari logam magnetik (besi) dari sekitar area terlalu tinggi.
    Apakah memungkinkan ada solusi untuk kendala tersebut mbak ?

    Terimakasih.

    ReplyDelete

Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...