Tuesday, 2 February 2016

Year End Trip : Anak Gunung Krakatau 24-26 Desember 2015

Our Team

Liburan akhir tahun kali ini.. aku memutuskan untuk menjelajahi gunung api yang sudah lama aku ingin kunjungi, Krakatau. Tadinya ini program jalan bersama Linda, eh orangnya lebih memilih mudik ke Jogja, akhirnya cuma berdua aja sama temenku yang lain, Heri. Kami ikut open trip-nya indoribu.com dengan harga 650rb berangkat dari Jakarta. Kalau meeting point-nya Merak, kita dikenakan harga 470rb. Di Merak, kami bertemu 11 peserta lain beserta 1 pemandunya dari indoribu.

Krakataunya udah mulai Keliatan

Jam 23.00 kami naik kapal ke Bakauheni. Sampai di Bakauheni sekitar jam 5 pagi kemudian naik angkutan umum ke dermaga Chanti- angkutan ini bisa dicharter loh kalau kita mau pergi sendiri tanpa trip, tapi ya bakal ngetem sampai penuh. Angkutan berwarna kuning mentereng ini dapat dengan mudah kita temukan di depan pintu keluar pelabuhan kok.1 jam perjalanan, kami sampai di dermaga dan langsung naik kapal lagi. Tadinya itenary kita mengunjungi Krakatau besok pagi, tetapi berhubung cuaca lagi tidak menentu, atas saran nelayannya kami akhirnya menukar itenary hari ini dengan besok.

Puncak Anak Krakatau


25 Desember 2015

Krakatoa from Anak Krakatoa Island

Perjalanan dari Dermaga Chanti ke Pulau Anak Krakatau cukup lama, memakan waktu kurang lebih 3 jam yang aku gunakan sebagian besarnya untuk melanjutkan perjalanan di pulau mimpi. Ahahaaa.
Kami sampai di Pulau Anak Krakatau sekitar tengah hari. Berhubung tadi nggak pada sarapan, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang dulu sebelum mendaki Anak Krakatau. Aku belum pernah kecewa deh kalau makan sambal lampung, pedes dan enak banget pokoknya! must try!

Lets Go!

Mendaki Anak Krakatau sebenarnya cukup dekat dan tidak terlalu menanjak, hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Akan tetapi berhubung panas terik dan efek abis makan, jadi lumayan keringetan juga. Jangan kecewa, keringat yang mengalir itu nggak akan sia-sia ketika sampai di atas karena pemandangannya bagus sekali. Serius deh!


*Belakangan aku tambah bersyukur kami bisa mengunjungi gunung ini karena konon kata temenku disini ombaknya sering besar sehingga banyak yang gagal mencapai Pulau Anak Krakatau ini. Temenku pernah sampai 3 kali bolak-balik tidak dapat juga.

Turun dari Anak Krakatau menurutku lebih sulit daripada naiknya karena jalurnya lebih curam dan isinya pasir semua. Beberapa kali aku harus berhenti karena kakiku perih tergesek pasir dan kerikil yang tajam. Ya iyalah, namanya juga pasir vulkanik, pasti banyak mengandung mineral kaca. Jadi hati-hati ya teman!
Jalan menuju puncak anak Krakatau


Dalam perjalanan dari Pulau Anak Krakatau ke Pulau Sebesi tempat kami menginap nantinya, kami mengunjungi dua spot snorkeling. Lampung ini subhanallaah banyak tempat snorkeling bagus deh! Tapi jangan lupa untuk menjaga terumbu karangnya yaa.. sebisa mungkin jangan diinjak terumbunya, kasian kan ikan-ikannya jadi kehilangan rumah..

Menjelang sunset, kami menikmati sunset di atas kapal sebelum berlabuh di Pulau Sebesi. Langitnya mendung sih, tapi cukup okelah menikmati sunset di laut.. :)
Sunset on Pulau Sebesi

Kami menginap di Pulau Sebesi, banyak warga yang menyewakan tempat tinggalnya selama weekend. Ibu pemilik rumah cerita kalau hampir setiap minggu dia menyewakan rumahnya. Terkadang suami dan anaknya ikut tinggal disitu selama weekend, tapi lebih sering  menginap di rumah saudaranya. Sedangkan si Ibu menjaga rumah sekalian menyediakan keperluan kita sehari-hari. Kalau mau trip sendiri, hitungannya 1 rumah sekitar 250rb per malam (non AC). Rumah ibunya cukup bersih, walau tidak ada AC aku masih bisa tidur dengan pulas. Jam 12 malam listrik akan mati sampai jam 6 sore lagi. Tambahan, terkadang air juga mati jadi bijaksanalah dalam menggunakan air bersih.


26 Desember 2015

Sunrise at Sebesi Island

Blueeeee
Bangun pagi (baca : kepagian) sedangkan anak-anak yang lain masih tidur, akhirnya aku, Heri, Ivan dan Yudi memutuskan jalan-jalan ke dermaga. Lebih tepatnya aku yang ngintilin mereka sih berhubung si geng ceriwis (Aini, Sari dan Tiari) belum pada bangun. haaa. Sampai dermaga kami disuguhi pemandangan sunrise yang indah. Foto-foto dan mampir warung kopi, kami duduk-duduk di dermaga. Si Heri akhirnya canoing sendirian karena kami nggak ada yang mau (20rb kalo nggak salah). Hahaa.

Aku, Ivan dan Yudi akhirnya memutuskan untuk sarapan di aula karena kelamaan nungguin Heri yang nggak balik-balik sedangkan kita udah kelaperan. Ketemu Harry yang sendirian pas menuju tempat makan, doi mengaku males bangunin anak-anak yang lain buat ngajak makan, padahal dia yang dititipin pesen suruh kasih tahu kalau sarapan udah siap di aula. Kata dia salah sendiri nggak bangun. Paraaaaaaaah.. messenger-nya malah makan duluaaaan.

Balik ke penginapan, anak-anak yang lain baru pada bangun dan langsung kita kasih tahu bahwa sarapannya udah siap di aula. Sambil menunggu anak-anak yang lain sarapan, si Harry dan Ivan ngajak main poker. Aku udah lama nggak maen poker sih, tapi aku menang 2 kali dari 4 permainan! Ahahaaaa.. (berkat banyak latihan sama cowok2 Geofisika.. wkwkwk.. *eh.. off the record loh yaaa :-D )

yang asik canoeing lupa sarapan :D

Sebesi Island

Jam 9 pagi kami berangkat ke Pulau Sebuku untuk snorkeling. Di pulau ini banyak sekali ikannya. Aku senang sekali karena bisa bermain dengan ikan. *catatan : si ikan nggak bakal muncul kalau orangnya terlalu banyak, jadi lebih baik minggir dari keramaian. Sayangnya waktu aku ketemu banyak ikan nggak sempat mengabadikan karena nggak punya kamera underwater, hiks.

Pulau Umang-Umang

Balik ke pulau Sebesi, kami mampir ke Pulau Umang-Umang yang tidak jauh dari sana. Pulau Umang-Umang ini merupakan pulau kecil dengan hamparan pasir putih dan laut biru nan bersih. Bagus deh!


Lewat tengah hari, kami naik kapal lagi ke dermaga Chanti yang ternyata dekat dari pulau Sebesi. Naik angkot sekitar 1 jam ke pelabuhan bakauheni. Kami naik kapal habis maghrib dan sampai di Pelabuhan Merak sekitar jam 10 malam. Dari Merak aku naik bus ke Bekasi dan sampai rumah jam 3 pagi! Ahahaaa.
Alhamdulillaah hari Minggu, jadi bisa aku lanjutkan dengan hibernasi seharian!

Dermaga Sebesi Island

Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...