Monday, 20 May 2013

Geologi Struktur - Polar Net, Wulf Net, Schmidt Net

Pagi semua..
(cr : File Kuliah Geologi Struktur)

Masih ingatkah pelajaran Geologi Struktur? Apa? tidak? saya juga sedikit lupa.. hehe.. :P

Kali ini kita akan membahas tentang jenis-jenis diagram yang biasanya digunakan untuk penghitungan kekar (fracture) maupun sesar (fault). Saya belum akan membahas cara pemakaiannya, mungkin nanti kalau masih ingat yaa.. :D

Eh? Lupa bedanya kekar dan sesar? Hmm.. seingat saya..
Kekar merupakan rekahan pada lapisan batuan, tetapi belum mengalami perpindahan (movement).
Sesar merupakan perpindahan lapisan batuan yang disebabkan oleh gaya sekitarnya, umumnya ada 3 jenis sesar : Sesar normal (turun), sesar naik, dan sesar geser.

Nah, gaya pembentuk kekar dan sesar ini juga penting untuk diketahui. Para geologist menggunakan suatu diagram untuk membantu menghitungnya. Mungkin saat ini sudah ada software yang dapat menghitung dengan cepat (tinggal memasukkan arah strike dan dip saja), akan tetapi tidak ada salahnya kita mengetahui darimana perhitungan itu berasal, bukan? Berikut ini adalah diagram-diagram yang sering digunakan para geologist.



Kalsbeek Net
Pada Polar Net, satu kotak melambangkan 1 derajat, dari lingkaran terdalam sampai terluar berjumlah 90 kotak, yang berarti 90 derajat. Kotak-kotak ini digunakan untuk membantu memplot sudut dip, sedangkan arah mata angin digunakan untuk membantu memplot arah strike.
Polar Net
Pada Shcmid Net dan Wulf Net, satu kotak melambangkan 1 derajat, jika dihitung dari N-S atau W-E akan berjumlah 180 kotak, yang berarti 180 derajat. Kotak-kotak ini digunakan untuk membantu memplot sudut dip, sedangkan arah mata angin digunakan untuk membantu memplot arah strike.
Shcmidt Net

Wulf Net

Thursday, 16 May 2013

Mengolah data Mikroseismik menggunakan Software PITSA

Langkah mengolah data di PITSA

(sr : file kuliah *kalangan mahasiswa :P) 
Software Pitsa adalah salah satu software untuk mengolah data mikroseismik yang berbasis Linux. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Load data
( click : files/traces -- retrieve files -- ascii-> ketik nama data )
Menampilkan data time series yang akan diolah.


Informasi:
u_d.txt -- data komponen vertikal
n_s.txt -- data komponen utara-selatan
e_w.txt -- data komponen timur-barat
b. Picking event yang ingin dianalisa (zooming)
( click : routine tools -- zoom -- untapered -- double cursor -- pilih event )
Bertujuan untuk memilih even yang ingin dianalisa.
c. Baseline Correction
(click : routine tools -- baseline correction -- offset removal -- ketik nomor trace yang ingin di-baseline correction)
Menghilangkan trendline dari data dan membuat data yang diolah simetri antara amplitudo maksimum dan minimum.
d. Pemfilteran data
(click : advanced tools -- filter Butterworth -- Band Pass Filter -- masukkan nomer traces yang ingin dilakukan filter -- masukkan nilai lowcut frekuensi dan high cut frekuensi)

e. Save data
( click : files/traces -- save files -- ascii -- ketik nama data
f. Fast Fourier Transform (FFT)
( click : advanced tools -- spectrum FFT -- hanning tapered -- ketik nomor trace yang akan di-FFT -- pilih amplitude -- LIN-LIN )
Mengubah data dari kawasan waktu ke kawasan frekuensi dengan tujuan untuk mengetahui kandungan frekuensi yang dominan untuk proses penapisan.
g. Particle motions N-S dan E-W
( click : advanved tools -- particle motions --  masukkan komponen x dan y)
Partikel motion pada komponen N-S dan E-W dapat menunjukkan arah sudut datang dari gelombang ke stasiun pengukuran.
h. Rotate Component
( click :advanced tools -- rotate component komponen y,x -- masukkan back azimuth)
Rotate komponen merubah koordinat dari koordinat N-S dan E-W menjadi koordinat radial tangensial (R,T) pada arah back azimuthnya. Hal ini dilakukan agar dapat menganalisa sudut datang gelombang pada arah vertikal (incidence angle) dengan melakukan partikel motion pada komponen radial (R) dan (Z).

Setan kan terbuat dari api? jadi bagaimana kebakar di Neraka?

Kemarin, ada (lagi) yang menanyakan hal ini..

"Setan kan terbuat dari api? begitu juga neraka.. jadi nggak bisa kebakar dong?"

Oke, oke.. mari kita bermain logika.. hohoo.. :D

Logika :
Q : Kita terbuat dari?
A : Tanah
Q : Kalau kamu ditimpuk pakai tanah sakit nggak?
A : Ya JELAS SAKIT laaahh
Q : Oke, satu pertanyaan lagi.. Kita dikubur pakai apa?
A : Tanah
Q : Kalau kamu dikubur hidup hidup pakai tanah, bakal mati nggak?
A : Ya JELAS MATI laaahhh

Nah, begitu logikanya teman-teman.. Saya pikir, asal dari makhluk yang diciptakan Allah itu merupakan sifat-sifat fisisnya. Misal,
1. Manusia terbuat dari tanah, maka akan mempunyai sifat fisik seperti tanah, yaitu padat.
2. Jin terbuat dari api, maka mereka mempunyai sifat fisik seperti api, halus, nggak bisa dipegang.
3. Malaikat terbuat dari cahaya, maka mereka mempunyai sifat fisik seperti cahaya yang lebih halus dari api.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana caranya setan terbakar, karena saya bukan setan yang terbuat dari api, jadi saya tidak pernah merasakannya (kalau saya setan, terus yang nulis artikel ini siapa dong? :P)

Manusia hanya bisa membayangkan apa yang pernah dialaminya. Hal-hal yang di luar kemampuan dan keterbatasan kita, serahkan saja pada yang Maha Kuasa.. :)

Bagaimana? masuk akal bukan? :D
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.. Amin.. :)

Tuesday, 14 May 2013

"AKU" karya Chairil Anwar

Puisi ini adalah puisi satu-satunya yang aku hafal. Puisi ini adalah puisi pertama yang aku bawakan pada suatu acara sekolah. Entah kenapa, puisi ini terus melekat di kepalaku.. karena aku semakin bertambah usia, maka ada kemungkinan suatu saat aku akan melupakan puisi ini. So, ga ada salahnya kan kalau aku mencoba mengabadikannya disini?

AKU
karya : Chairil Anwar

Jika sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga KAU!
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Jika peluru menembus kulitku
Aku tetap..
Menghadang!
Menerjang!

Luka dan bisa kubawa berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak peduli
AKU ingin hidup SERIBU TAHUN lagi..

Monday, 13 May 2013

10 Photography Tips for Beginner

10 TIPS FOTOGRAFI UNTUK PEMULA
(cr : www.pcmag.com)

Di era digital, banyak orang yang menghasilkan banyak foto daripada sebelumnya, dan mereka berbagi secara online dengan teman dan keluarga dalam jumlah yang banyak. Sangat mudah untuk menyalahkan kamera jika gambar Anda tidak sebaik beberapa orang lain yang Anda lihat online, tetapi dengan mengikuti beberapa panduan Anda dapat meningkatkan kualitas Anda foto-tanpa harus keluar uang banyak untuk kamera baru . Simpan 10 tips mudah berikutnya dalam pikiran Anda untuk menangkap dunia di sekitar Anda

1.      Terapkan Komposisi Dasar. Inti dari sebuah foto adalah komposisi (posisi elemen yang berbeda dalam bingkai nya). Aturan praktis termudah untuk belajar dan mengingat adalah Rules of Thirds. Pada dasarnya, Anda membagi bingkai menjadi sembilan kotak dengan ukuran kira-kira sama. Cobalah menyejajarkan subyek foto Anda di sepanjang jalur tersebut  dan membayangkan gambar utama terbagi atas sembilan kotak. Ini akan memberikan efek dramatis, umumnya objek yang menarik diambil dimana objek terletak di pusat mati. Banyak kamera baru memiliki Rules of Thirds overlay grid yang dapat Anda aktifkan pada saat pengambilan gambar.

2.    Sesuaikan Kompensasi Eksposur. Selama Anda tidak memotret dalam mode manual penuh, kamera digital Anda akan membuat keputusan yang menentukan eksposur foto, bagaimana terang atau gelap pengambilan gambar yang muncul. Secara umum, kamera akan melihat scene dan mencoba untuk menentukan eksposur yang tepat berdasarkan pencahayaan yang benar dari 18-persen abu-abu, itulah yang menyebabkan adanya scene mode khusus untuk salju, tanpa mode tersebut, kamera akan membuat salju berwarna putih abu-abu.
Jika foto terlalu terang atau gelap Anda dapat mensetting melalui puluhan scene mode yang tersedia di kamera modern, atau cukup mengatur sedikit kompensasi eksposur. Banyak kamera memiliki tombol untuk ini, yang biasanya diidentifikasi oleh simbol + / -. Jika foto Anda terlalu gelap, naikkan skala di atas nol, jika terlalu terang, turunkan skala.

3.     Pilih Mode yang Tepat. Kamera Anda cenderung memiliki sejumlah mode pengambilan gambar, mulai dari operasi yang sepenuhnya otomatis untuk scene mode yang sangat spesifik. Jika Anda memotret dengan cepat, Anda dapat menempatkan kamera ke mode Shutter Priority ("S") dan meningkatkan kecepatan saat foto diambil (pengaturan untuk 1/125 detik atau lebih cepat akan membantu untuk membekukan tindakan). Dalam cahaya rendah Anda dapat menggunakan mode Aperture Priority ("A") untuk memastikan lebih banyak cahaya yang memasuki lensa, atau jika Anda memotret lanskap menggunakan tripod, Anda dapat menutup iris lensa untuk meningkatkan kedalaman lapangan, menjaga keseluruhan objek dalam fokus yang tajam dari latar depan ke cakrawala. Jika Anda seorang D-SLR shooter, Anda lebih mungkin untuk dapat menggunakan mode A atau S, sementara kamera poket biasanya  akan menampilkan mode khusus seperti olahraga, penggunaan cahaya rendah, atau lanskap shoot.

4.    Perhatikan White Balance. Kamera Anda akan mencoba dan mengatur white balance secara otomatis berdasarkan jenis cahaya dimana Anda memotret. Cahaya yang berbeda mengeluarkan berbagai tipe warna berbeda - sinar matahari yang sangat biru, lighting tungsten berwarna kuning, dan fluorescent agak sedikit hijau. Dalam banyak kasus, kamera akan secara otomatis mendeteksi jenis pencahayaan dan menyesuaikan warna dalam foto sehingga terlihat alami. Jika Anda memotret di bawah pencahayaan campuran, atau jika kamera memiliki kesulitan untuk mendeteksi, Anda dapat mengatur white balance secara manual. Pada sebagian besar pocket camera, Anda harus masuk ke dalam menu untuk mengatur hal ini, tapi banyak D-SLR yang memiliki tombol White Balance, biasanya diberi label "WB." Anda dapat memperbaiki warna dalam iPhoto atau Picasa nanti, tapi Anda akan mendapatkan foto yang lebih cantik jika Anda bisa mendapatkan white balance yang tepat pada saat memotret.

5.      Pikirkanlah Tentang Pencahayaan. Perhatikan seberapa banyak cahaya yang Anda miliki dan darimana cahaya itu berasal pada saat mengambil foto. Jika Anda memotret di luar ruangan, berhati-hatilah untuk tidak mengambil foto seseorang ketika matahari berada di belakang mereka. Jika Anda mengambil foto di depan monumen atau landmark dan tidak memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan posisi Anda, Anda dapat menggunakan lampu flash kamera untuk mengisi bayangan. Anda mungkin harus secara manual mengaktifkan flash, karena ada kemungkinan kamera akan berpikir bahwa hal itu tidak diperlukan pada hari yang cerah.

6.      Gunakanlah Lampu Flash Anda dengan Bijak. Banyak foto telah digagalkan oleh penggunaan lampu flash yang diambil terlalu dekat dengan suatu objek. Jika teman-teman dan keluarga Anda terlihat seperti Casper the Friendly Ghost ketika Anda memotret mereka, kemungkinan Anda terlalu dekat saat memotret foto. Jika Anda perlu mengaktifkan flash, back up lah sedikit dan zoom in untuk mendapatkan framing yang tepat. Jika masih terlalu terang atau terlalu gelap, periksalah dan lihat apakah menggunakan lampu flash adalah pilihan yang tepat. Banyak kamera memungkinkan Anda untuk menyesuaikan daya dari lampu flash, yang dapat membantu untuk menambahkan keseimbangan yang lebih baik ke dalam foto. Menambahkan sedikit cahaya membuatnya mungkin untuk mengisi bayang-bayang, menghasilkan foto yang tampak lebih alami.

7.     Tambahkan Diffuser Flash. Jika menggunakan flash power bukanlah suatu pilihan, Anda juga dapat menambahkan diffuser untuk membantu menyebarkan cahaya. Lampu Flash yang lebih kecil tidak akan bisa menyebarkan cahaya di area permukaan yang besar. Pengguna pocket camera dapat merekatkan sedikit kertas lilin di atas flash untuk melembutkan output. Pengguna D-SLR dapat menggunakan tabung film 35mm kosong warna putih susu yang digunakan oleh Kodak- dengan sedikit potongan sehingga cocok di lampu flash. Jika Anda tidak memiliki tabung film, coba tanyakan di toko obat lokal Anda atau minilab departemen store -mereka pasti memiliki puluhan dalam laci, dan dengan senang hati akan memberikannya.

8.     Gunakan Tripod atau Monopod. Kadang-kadang, cara terbaik untuk mendapatkan shoot yang sempurna adalah dengan menyediakan waktu tambahan. Menggunakan tripod akan memungkinkan Anda untuk mengatur framing, dan dapat berguna (bersamaan dengan self-timer kamera Anda) untuk mendapatkan hasil bidikan Anda sekeluarga di depan suatu objek pemandangan. Anda bisa mendapatkan dengan tripod murah jika Anda pengguna pocket camera, meskipun menghabiskan sedikit lebih banyak uang untuk merek seperti Manfrotto atau Gitzo akan menghasilkan frustrasi yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan merek murah yang akan Anda temukan di kaki lima. Pengguna D-SLR pastinya harus menaruh perhatian dalam memilih tripod, satu set kaki dan kepala yang cukup kuat untuk menahan kamera adalah hal yang terpenting.
Jika Anda penembak run-dan-gun, monopod (yang seperti kedengarannya, tripod dengan dua kakinya hilang) akan membantu Anda menstabilkan bidikan Anda. Sempurna untuk digunakan di kebun binatang dan acara olahraga, monopod dilengkapi dengan dua kaki Anda untuk menambah stabilitas ke kamera, tanpa setup yang rumit.

9.      Be Selective. Sangat mudah untuk mengambil ratusan foto dalam beberapa jam saat pengambilan gambar digital. Tapi jangan hanya membuang kartu memori Anda dan meng-upload semua gambar ke Facebook. Anda harus meluangkan waktu untuk foto Anda sehingga Anda dapat menghilangkan gambar berlebihan dan membuang foto out of focus atau yang mempunyai komposisi buruk. Lebih baik mengirim beberapa foto yang paling bagus daripada banyak foto yang sama bagusnya tapi tersembunyi di antara ratusan foto yang tidak-begitu-bagus.

10.   Jangan Lupakan Post-Process. Pertimbangkan untuk menggunakan program seperti Picasa atau iPhoto untuk mengatur foto Anda. Entah memungkinkan Anda untuk meng-crop, memperbaiki warna, menyesuaikan eksposur, menghapus red-eye, ataupun melakukan tugas-tugas pengeditan dasar lainnya. Melakukan beberapa editing yang sangat dasar pada foto dapat membantu meningkatkan kualitasnya secara drastis. Memotong sedikit dapat membantu memperbaiki komposisi, dan Anda juga dapat memutar foto sehingga garis cakrawala menjadi lurus. Mendapatkan foto Anda right in-camera adalah tujuan yang utama, tapi tidak ada salahnya melakukan sedikit retouching.

Tuesday, 7 May 2013

Backpacker ke Ujung Kulon 22-23 Desember 2012 -- Part 4

Tempat Snorkeling hari kedua.. tapi saya nggak nyebur karna bajunya tinggal satu-satunya.. :P
Haaaaaaa... bener-bener kebangetan deh.. Udah lewat kemana-mana, sampe udah ke Lombok segala.. tapi hari kedua di Ujung Kulon belum aku post!! :(

Handeuleum Island, Ujung Kulon National Park
Maaf2.. khilaf.. oKay.. hari kedua, kami menginap di Pulau Handeuleum, tempat penangkaran rusa. Rusa-rusa disini dibiarkan liar loh! Kalian bisa memegangnya jika kalian membawa roti untuk "sogokan" heheheee...
Tempat menginap (punya TNI) di pulau Handeuleum
Pohonnya gede banget, berapa ya umurnya?
Hari  kedua ini kami kanoing ke habitat Badak bercula satu yang terkenal itu loh.. Sebenernya sih kalau kita mau badaknya keluar, kita nggak boleh berisik sama sekali. Tetapi, berhubung dalam trip ini banyak banget anak-anaknya... So, jadi ribut banget dan kita ga berhasil melihat badak satu biji pun!! Ugh,, Sebel..
Kanoing..

Ini baru kano beneraaaannn.. :D

Rhinoceroses Habitat

Handeuleum Island, Ujung Kulon National Park

Narsis dikit laahh.. Handeuleum Island, Ujung Kulon National Park

 Oke guysss.. sekian perjalanan saya di Ujung Kulon.. jika berminat, silakan hubungi Rafauli trip.. see ya di next adventure.. :D





Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...