Backpacker ke Jepang 21-28 November 2015 -- Tokyo Episode

Hallo semua..

Setelah menabung cukup lama, bela-belain nolak ajakan trip selama 1 tahun, akhirnya terkumpul juga uang buat trip ke Negri Impian aku, Jepang.

Tokyo Tower
Aku naik Garuda, kenapa? karena aku takut naik pesawat. Selain itu, harga di tanggal yang aku mau hanya terpaut sekitar 1,5 jt. So, aku memutuskan untuk naik maskapai tersebut. Aku memilih penerbangan tanggal 20 Nov malam ke Haneda (yang lebih dekat ke Tokyo) dan pulang dari Kansai (Osaka) via denpasar tanggal 28 November siang.
We are ready to go!

Oke.. episode ini.. kita membahas Tokyo dulu yaa.. Oh iya, disini aku pakai rate 1 Yen = 112 rupiah.


Day 1 -- 21 November 2015

Kami tiba di Bandara International Haneda sekitar jam 9 pagi. Disini, kami langsung menuju JR East Office untuk membeli tiket roundtrip Tokyo- Mt. Fuji seharga 5800 yen. Berbekal kenekatan, kami akhirnya memutuskan membeli tiket kereta menuju Shinagawa-Harajuku (480 yen) melalui ticket machine.
Tempat Beli Tiket Roun trip Fuji di Bandara Haneda

Ticket Machine buat Kereta

Penampakan tiket pertama kali beli.. ehehe.. Haneda Airport to Harajuku Station

HARAJUKU
Di depan stasiun Harajuku

Tempat pertama ini kami putuskan di hari pertama karena dekat dengan apartemen yang akan kami tinggali, yaitu di daerah Yoyogi. Satu kata, excited!

Hal pertama yang kami lakukan disini adalah mencari locker bagage (500 yen) yang alhamdulillaah dapet karena sedikit sekali yang ada di stasiun ini. Berhubung lockernya pas tinggal 2 yang kosong dan kami tidak ada yang punya koin, akhirnya Dhea tinggal di loker dan aku yang menukar uang agar nggak ada orang yang pakai. Aku menukar uang di tempat pembelian tiket. Berhubung bapaknya nggak bisa Bahasa Inggris, aku akhirnya cuma menunjukkan uang kertas dan bilang "coin", ahahahaaa..
The Famous Takeshita Dori, tempat toko oleh-oleh murah
Keluar stasiun, kami foto-foto dulu di depan stasiun harajuku yang unik. Habis itu, kami berjalan ke kiri, arah Takeshita Dori. Disini banyak dijual pernak-pernik buat oleh-oleh dan jajanan khas Jepang seperti crepes dan gula-gula. Toko pertama yang kami kunjungi adalaaaah... 7 Eleven! Ahahaa.. berhubung kami sudah lapar dan cari makanan yang murah meriah a.k.a Onigiri. Harga 1 buah onigiri bervariasi tergantung isi topingnya, yaitu berkisar 102 - 145 yen. Topingnya lumayan bervariasi kok, dari tuna mayo, telur, salmon, dll. Hati-hati bagi yang muslim karena toping onigiri ada daging babi juga loh. Harga 1 botol minuman paling murah 100 yen.

Endeeeez Choco Banana Crepes

Di Takeshita Dori ini, kami mampir ke Daisho yang menjual pernak-pernik murah (serba 100 yen). Akhirnya kami memutuskan untuk menyicil oleh-oleh di hari pertama.. ahahaa..
Meiji Shrine Gate

Wedding Ceremony

Di belakang stasiun Harajuku, kami mampir ke Meiji Shrine yang terkenal. Sepanjang jalan menuju kuil ini adalah hutan yang dihuni oleh burung gagak. Aku jadi teringat sailor Mars di Sailormoon atau Itachi-nya Naruto ahahaa. Pantes aja banyak anime yang memunculkan burung gagak, karena disini banyak sekali burung gagak. Beruntung ketika kesini kami bertemu ritual pernikahan dan ritual pemakaman, ada juga yang sekedar berdoa. Lengkap deh! Kalau hari Minggu, biasanya ada anak-anak muda yang ber-cosplay di dekat pintu masuk Meiji ini.

Guci di Meiji Shrine

Pohon Keramat kayak di film-film


SHIBUYA
Hachiko Statue

Menuju shibuya (160 yen - JR Yamanote Line) kami melihat Shibuya crossing dari atas stasiun. Emang bener-bener padet deh! Di depan stasiun Shibuya ada patung Hachiko yang terkenal. Si anjing setia yang menunggu majikannya pulang padahal udah meninggal. Salah satu film yang bikin aku nangis sampe terisak-isak *sedih banget.
The Famous Shibuya Crossroads, so crowded

Shibuya ini terdiri dari berbagai macam pertokoan branded.. Kalau kalian suka shopping, pasti betah banget deh disini. Berhubung aku dan Dhea bukan biangnya shopping barang branded.. akhirnya kami malah mampir ke Mugiwara Store.. toko official One Piece! Ahahaa.. Maklum si Dhea maniak One Piece..
Pose dulu laah di perempatan Shibuya

Mugiwara Store -- One Piece Maniac!

SHINJUKU 
Alhamdulillaah I meet This Cherry Blossom in Autumn day like this!

Menuju Shinjuku dari Shibuya (160 yen - JR Yamanote Line). Kami berjalan jauh menuju Shinjuku Gyoen, taman nasionalnya Jepang (entry ticket 200 yen). Tamannya gede banget, banyak macam tumbuhannya. Walau sedang musim gugur, disini kami menemukan bunga sakura juga loh! Yah walaupun nggak selebat kalau lagi musimnya, tapi lumayan mengobati rasa penasaran lah. Akhirnya kami memutuskan untuk piknik disini bareng orang-orang lain yang piknik juga bersama keluarga masing-masing. Membuka bekal onigiri, kami menikmati pemandangan taman ini.
One of Autumn View in Shinjuku National Garden

Shinjuku Gyoen (新宿御苑) is one of Tokyo's largest and most popular parks. Located just a short walk from Shinjuku Station, the paid park's spacious lawns, meandering walking paths and tranquil scenery provide a relaxing escape from the busy urban center around it. In spring Shinjuku Gyoen becomes one of the best places in the city to see cherry blossoms.
Shinjuku Gyoen originated during the Edo Period (1603-1867) as a feudal lord's Tokyo residence. Later it was converted into a botanical garden before being transferred to the Imperial Family in 1903 who used used it for recreation and the entertainment of guests. The park was almost completely destroyed during World War II, but was eventually rebuilt and reopened in 1949 as a public park. -- www.japan-guide.com

Chicken snacks!




GUEST HOUSE JAPANESE TATAMI (AirBnB)

Dari Shinjuku, kami balik lagi ke Harajuku (160 Yen - JR Yamanote Line) dan mengambil barang. Setelah itu kami menuju Subway Metro (100 m dari Harajuku station) dan membeli tiket ke Yoyogi Koen Station (180 yen - Chiyoda Line). Guest House ini deket banget dari stasiun, dan gampang dicari kalau kalian "ngeh" pintunya nyempil di antara dua apartemen besar! Ahahaa..



Day 2 -- 22 November 2015

Pagi-pagi sekali jam 06.30 kami sudah keluar apartemen. Kami memutuskan untuk membeli tiket seperlunya saja, tidak perlu memakai One Day Pass karena setelah dihitung-hitung jatuhnya lebih murah dan kami bisa memilih naik JR (kereta) maupun Subway, tergantung mana yang lebih dekat ke tujuan. Kami membeli tiket dengan bantuan Google Map yang sangat akurat mengenai stasiun dan harga. Jadi kami bisa memilih mana yang lebih murah dan yang paling dekat. Jangan lupa, sebelum pergi, kami mampir dulu ke Lawson untuk membeli bekal onigiri plus minum. Btw kalau di Lawson ada keterangan huruf latinnya loh! Jadi nggak bakal salah pilih onigiri.


KOISHIKAWA KORAKUEN

Koishikawa Garden Autumn View
Koishikawa Korakuen (小石川後楽園, Koishikawa Kōrakuen) is one of Tokyo's oldest and best Japanese gardens. It was built in the early Edo Period (1600-1867) at the Tokyo residence of the Mito branch of the ruling Tokugawa family. Like its namesake in Okayama, the garden was named Korakuen after a poem encouraging a ruler to enjoy pleasure only after achieving happiness for his people. Koishikawa is the district in which the garden is located in. -- www.japan-guide.com
 
One of  Maple Tree

Menuju stasiun Iidabashi (via subway metro Chiyoda Line disambung Tozai line 200 yen), kami mengunjungi salah satu taman yang terkenal di Tokyo, Koishikawa Korakuen (300 yen). Dipandu oleh guide gratis, kami berkeliling taman ini. Taman ini mempunyai keindahan masing-masing di tiap musimnya karena berbagai tanaman yang tumbuh disana adalah tanaman musiman. Jadi kita akan menemukan pemandangan berbeda jika kalian mengunjungi taman ini di musim yang berbeda. Di dalamnya terdapat pula danau serta taman-taman miniatur kota-kota di Jepang seperti Kyoto, Hokkaido dan Osaka. Kita akan merasa seperti menjelajah Jepang dalam sehari deh!
Salah satu miniatur koleksi

Dari dalam taman ini kita bisa melihat Tokyo Dome juga karena memang taman ini terletak persis di sebelah Tokyo Dome. Setelah berkeliling, kami diminta mengisi kuisioner. Dapat hadiah post card loh!
Jembatan penghubung


ASAKUSA (KAMINARIMON GATE)
Kaminarimon Gate (Si Lampion Besar)

Menuju Kuramae station (Oedo line 220 yen), kami berjalan lumayan jauh menuju kaminarimon gate, si lampion besar yang terkenal. Sepanjang jalan menuju kuil, terdapat banyak sekali toko yang menjual berbagai souvenir. Lurus sampai kuil, kami hanya berfoto di depan saja. Maklum bukan berniat ibadah.
Depan Asakusa Temple

Oh iya, jangan lupa mampir ke Naritaya Halal Ramen dekat kuil. Kalian tinggal belok kiri dari ujung pintu masuk kuil, nanti akan ketemu sebaris ruko. Nggak jauh dari kuil, deretan sebelah kanan.

Ramen di NAritaya Halal Ramen

Ketemu Mbak2 Cantik pakai Yukata


TOKYO SKY TREE
Tokyo Sky Tree

Dari stasiun asakusa naik Tobu Skytree Line (150 yen) menuju Tokyo Sky Tree. Sempet bingung cari tempat beli tiketnya dimana, ternyata di West Entrance, tiket reguler harus ngantri panjaaang banget, tapi ternyata kalau Turis bisa pakai fast track. Memang mahal sih (first observatory 2820 yen), tapi daripada suruh antri sampai jam 8 malem. Ya Allaaah..

Depan Tokyo Sky Tree

Entrance Ticket to the Tower

The Tokyo Skytree (東京スカイツリー) is a new television broadcasting tower and landmark of Tokyo. It is the centerpiece of the Tokyo Skytree Town in the Sumida City Ward, not far away from Asakusa. With a height of 634 meters (634 can be read as "Musashi", a historic name of the Tokyo Region), it is the tallest building in Japan and the second tallest structure in the world at the time of its completion. A large shopping complex with aquarium is located at its base.
-- www.japan-guide.com






Pemandangan Menara Pandang




AKIHABARA
Car Free Day at Akihabara

Dari Oshiage station (Tokyo Sky Tree) kami naik TOEI Subway (Asakusa Line) transit Asakusa Station lalu naik Metro (Ginza Line) menuju Suehirocho station (280 yen). Jalan keluar, ternyata sedang ada Car Free Day di akihabara. Kami langsung berfoto-foto di tengah jalan yang di kelilingi oleh gedung-gedung bernuansa anime. Ya, akihabara memang surganya para pencinta anime. Nggak peduli deh diliatin banyak orang.. aahahaa.

Welcome to Akihabara

Akihabara (秋葉原), also called Akiba after a former local shrine, is a district in central Tokyo that is famous for its many electronics shops. In more recent years, Akihabara has gained recognition as the center of Japan's otaku (diehard fan) culture, and many shops and establishments devoted to anime and manga are now dispersed among the electronic stores in the district. On Sundays, Chuo Dori, the main street through the district, is closed to car traffic from 13:00 to 18:00 (until 17:00 from October through March).-- www.japan-guide.com


RIKUGIEN

Dari asakusa station kami menuju ke komagome station (JR Yamanote Line 170 yen). Jalan dari stasiun lumayan juga 750 m ditambah jalanannya yang emang sepi sampai kami berfikir apakah kami nyasar. Kami ke taman ini sengaja malam-malam karena ada pertunjukan illuminate. Pohon-pohon yang bernuansa musim gugur diterangi cahaya lampu sorot. Bagus deh!

Rikugien Highlight
Rikugien (六義園) is often considered Tokyo's most beautiful Japanese landscape garden alongside Koishikawa Korakuen. Built around 1700 for the 5th Tokugawa Shogun, Rikugien literally means "six poems garden" and reproduces in miniature 88 scenes from famous poems. The garden is a good example of an Edo Period strolling garden and features a large central pond surrounded by manmade hills and forested areas, all connected by a network of trails. -- www.japan-guide.com



Day 3 -- 23 November 2015

FUJIYAMA (MT. FUJI)
Pemandangan dari 5th Station - www.japan-guide.com
The Roundtrip tickets

Berbekal tiket yang sudah dibeli sebelumnya, kami berangkat pagi-pagi sekali. Tak lupa membeli bekal di minimarket terdekat 3 buah sushi atau onigiri plus 1 botol minuman. Sampai di stasiun Shinjuku, kami lalu ke peron 9-10 untuk naik kereta Limited Express ke stasiun Otsuki (2 jam). Dari stasiun Otsuki, kami pindah kereta Fujikyu Railway Line (1 jam) menuju stasiun Kawaguchiko.


Kawaguchiko Station
Cafe di Kawaguchiko Station

Sampai di stasiun Kawaguchiko yang ternyata dingin bangeet kami baru tahu kalau tiket kami cuma meng-cover bus yang ke 5th station (tempat terdekat ke puncak Fuji 2300 m di atas permukaan laut). Akhirnya kami membeli tiket keliling 1200 yen dan memutuskan untuk ke 5th station lebih dulu karena jauh.

Fifth Station Mt. Fuji yeeaaayy
The Fuji Subaru Line 5th Station (also known as Yoshidaguchi 5th Station or Kawaguchiko 5th Station) lies at approximately the halfway point of the Yoshida Trail, which leads from Fujiyoshida Sengen Shrine at the mountain's base to the summit of Mount Fuji. It is the most popular of the four 5th stations on Mount Fuji and the best developed and easiest to access by public transportation from Tokyo. The Fuji Subaru Line 5th Station is accessible almost year round, snow conditions permitting, and is a popular sightseeing spot even outside of the climbing season.
-- www.japan-guide.com

Mt. Fuji Historical Statue

Satu jam perjalanan, kami disuguhi pemandangan hutan pinus yang lebat yang terkadang masih ditutupi kabut. Mendekat ke 5th station, kami dapat melihat dengan jelas Puncak Gunung Fuji yang terkenal itu. Sayangnya, kami nggak sempat berfoto dengan puncak fuji karena keburu tertutup kabut. Nggak apa-apa laah, yang penting sudah melihat dari dekat. Serius bagus banget!
One of Shrine at Mt. Fuji

Btw, kalau kabutnya turun itu jadi dingiiiinn banget, kami sampai masuk ke dalam toko terus menghangatkan diri di depan pemanas! ahahaahaa

Saran : Jika Fuji terlihat, cepat-cepatlah ambil foto!


LAKE KAWAGUCHIKO
Before take A bus, foto-foto dulu

Turun dari 5th station, kami langsung menuju kawaguchiko dan berhenti di halte yang berlatar belakang gunung Fuji. Alhamdulillaah ketemu spot bagus di halte 15 berlatar belakang momoji yang merah, danau dan gn Fuji. Yaahh.. walaupun si Fuji sedikit ketutupan kabut siiih.. Hahaa..
Kawaguchiko Lake


Kami tidak sempat mengunjungi danau-danau yang lain karena sudah terlalu sore. Akhirnya kami kembali ke Kawaguchiko station. Kalau mau lebih puas, disarankan untuk menginap di daerah Fuji ini.

Great Maple Tree!


Day 4 -- 24 November 2015

Pagi-pagi setelah check out, kami membopong koper kami ke stasiun Tokyo (Chiyoda Line Metro Subway 200 yen) dan menitipkan koper kami disana (700 yen). Stasiun Tokyo itu luaaaasss sekali hingga kami sempat bingung mau keluar lewat mana. Hari ini rencana kami mau ke Imperial Palace dan Tokyo Tower. Sebelumnya, kami mampir dulu ke tempat pool bus willer  di Kajibashi Parking Lot (selatan stasiun Tokyo)yang akan kami naiki nanti malam menuju Kyoto agar nanti nggak kesasar sambil bawa-bawa koper.


TOKYO IMPERIAL PALACE and GARDEN

Tokyo Imperial Palace

The current Imperial Palace (皇居, Kōkyo) is located on the former site of Edo Castle, a large park area surrounded by moats and massive stone walls in the center of Tokyo, a short walk from Tokyo Station. It is the residence of Japan's Imperial Family.
Edo Castle used to be the seat of the Tokugawa shogun who ruled Japan from 1603 until 1867. In 1868, the shogunate was overthrown, and the country's capital and Imperial Residence were moved from Kyoto to Tokyo. In 1888 construction of a new Imperial Palace was completed. The palace was once destroyed during World War Two, and rebuilt in the same style, afterwards.
From Kokyo Gaien, the large plaza in front of the Imperial Palace, visitors can view the Nijubashi, two bridges that form an entrance to the inner palace grounds. The stone bridge in front is called Meganebashi (Eyeglass Bridge) for its looks. The bridge in the back was formerly a wooden bridge with two levels, from which the name Nijubashi (Double Bridge) is derived. -- www.japan-guide.com 

Tokyo Imperial Palace GArden

Tokyo Imperial Palace Garden yang kami kunjungi sudah dipenuhi daun Ginko yang berwarna kuning dan Maple yang berwarna merah. Tempat yang tepat untuk berfoto ria. Jadilah Dhea berubah profesi jadi model dadakan aku. Hahahaa..
Historical Statue

Setelah puas berfoto di garden, kami ke halaman istana yang ternyata nggak boleh masuk. Yaah.. sayang sekali yaa..


TOKYO TOWER
Di depan Tokyo Tower

Dari Imperial Palace, kami naik TOEI Subway dari Otemachi station ke Onarimon Station (180 yen). Keluar dari stasiun, kami sudah bisa melihat Tokyo Tower. Mampir sebentar membeli onigiri, barulah kami jalan menuju Tokyo Tower (sekitar 850 m).
Tokyo Tower from City Garden

Di Tokyo Tower, Dhea membeli tiket ke museum One Piece, sedangkan aku yang bukan penggemar berat One Piece hanya berkeliling di menara saja. Ternyata, harga souvenir disini banyak yang lebih murah daripada di Harajuku loh!
Nemu ini sambil jalan ke Tokyo Tower.. Haaa


WILLER EXPRESS BUS

Kami memesan bus ini dari Indonesia melalui website http://willerexpress.com/en/ seharga 5000 yen agar tidak kehabisan tiket. Benar saja, untung kami sudah memesan karena memang di pool bis ini tidak ada loket untuk membeli tiket.
Sambil Nunggu Bus

Oke, see u in Kyoto Episode!


Comments

  1. Mbak boleh jelasin letak t4 nunggu willer bus nya?
    Dr st. Tokyo keluar lewat pintu mn dan ke arah mn?
    Mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. tempat nunggu busnya lebih enak kalau lihat dari web willernya, terus kamu tinggal buka google map. Meeting point busnya di tokyo juga ada beberapa tempat. stasiun tokyo luas banget.. aku juga lupa keluarnya dimana. lebih baik pakai google map.

      Delete

Post a Comment