Friday, 4 January 2013

EvilKyu & Pabboya Jangmi Chapter 4 - END

Tittle : EvilKyu & Pabboya Jangmi
Genre : Romance, Friendship
Pairing : Cho Kyuhyun, Lee Jangmi
DISCLAIMER : Semua tokoh yang ada di dalam ff ini hanyalah milik Tuhan dan kedua orang tuanya. FF ini karya saya dan hanya milik saya. Please comment and Review. DON'T LIKE DON'T READ.
WARNING: Typos, Khayalan author, Gaje

Summary : Jangmi adalah yeoja yang tak tertarik dengan dunia entertainment bertemu dengan Kyuhyun idola terkenal dan tak mengenalinya.. Apakah yang terjadi?

SELAMAT MEMBACA.. ^^




Lee Jangmi POV
“Lagu ini adalah lagu terakhir yang akan aku nyanyikan” ucap Kyuhyun dari atas panggung. “Lagu ini aku persembahkan untuk seseorang yang sangat berarti untukku.. ‘It has to be You’ selamat menikmati.. ” ucapnya lagi sambil tersenyum.
“Kyaaaaaaa… Kyuhyun oppaaaaa.. saranghaeeee..” jerit penonton.  Omoooo.. dia keren sekali.. pantas saja penggemarnya banyak’ pikirku.
Kami semua melambaikan tangan mengikuti lagu yang Kyuhyun nyanyikan.
Today, i wander in my memory
I’m pasing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again

I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more

It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you

Ketika sampai di tengah lagu, Kyuhyun berjalan turun dari panggung. Jeritan penonton pun semakin menjadi. Kulihat dia berjalan pelan ‘Omooo.. apakah dia menuju kesini?? Ottohke??’ batinku panik. Benar saja, ia mengulurkan tangannya ketika sampai di depanku. Aku melotot ke arah Nara yang hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya ke arah Kyuhyun seolah menyuruhku menyambut tangannya. ‘Aisshhhh.. pasti mereka berdua berkomplot untuk mengerjaiku’ batinku lagi.
Sepertinya Kyuhyun sudah tidak sabar menungguku sehingga ia menarik tanganku dan menyeretku keluar tribun. Sebentar ia menoleh ke arahku dan tersenyum manis, ah, aniya.. itu seperti sebuah seringaian licik bagiku. ‘Dasar Evil Kyu!! Saat konser begini sempat-sempatnya ia berfikir untuk mengerjaiku!! Awas saja akan aku jitak kepala Evilnya nanti!!” gerutuku dalam hati.
Dia pun terus melanjutkan lagunya dan kembali naik ke atas panggung diiringi teriakan histeris penonton. Aku mengikuti langkahnya karena tanganku terus dipegangnya erat. Sesekali aku melemparkan tatapan tajam kepadanya yang hanya dibalasnya sambil tersenyum dan tetap melanjutkan lagunya. ‘Aisssshhh.. apakah dia ingin aku dibantai penggemarnya nanti?? Pabbooooo” gerutuku lagi.

i cannot send you away one more time
i can’t live without you

it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you

my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…

if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you

(Translation : It has to be you ost. Cinderella sister)

Musik berhenti. Kau tahu? Saat ini pikiranku kosong melompong. Mimpi apa aku semalam sehingga aku bisa berada dalam situasi seperti ini?? Aku berdiri di atas panggung seperti orang bodoh di sampingnya. Sayup-sayup setengah sadar, aku mendengar jeritan penonton yang semakin terdengar karena Kyuhyun telah menyelesaikan lagunya. Dia mengangkat sebelah tangannya, sepertinya untuk menenangkan penonton. Tangan sebelahnya lagi masih menggenggam erat tanganku. Entahlah, aku tidak begitu memperhatikan, saat ini aku benar-benar tak dapat berfikir. Tubuhku bergetar saking gugupnya. Aku menundukkan kepalaku karena malu.

“Nee.. nee.. kumohon berhenti sebentar, aku akan mengumumkan sesuatu” kudengar ia berbicara melalui microphone. Seketika, seluruh stadion pun hening. Tidak terdengar suara sekecil apapun.
“Gomawo..” ucapnya lagi. Dia terlihat menarik nafas dalam.
“Hmm.. sebelumnya aku berterima kasih pada kalian semua karena telah datang ke konserku ini..” dia memandang ke seluruh stadion, kemudian melanjutkan “Seperti yang kalian tahu, saat ini umurku sudah menginjak 24 tahun, kalian tidak ingin aku jadi perjaka tua ne?” ucapnya lagi sambil terkekeh pelan.
 “Dan seperti yang kalian dengar sebelumnya, Lagu tadi aku persembahkan pada orang yang sangat berarti untukku..” dia mengambil jeda sebentar dan sambil mengangkat tanganku yang digenggamnya.. “Dan orang itu adalah yeoja yang saat ini berada di sampingku ini”.
Mwoooo???’ Aku mengangkat kepalaku terburu-buru dan menoleh dengan cepat ke arahnya, menatapnya tak percaya seakan berkata ‘Michieoso?? Apa kau gila?’ Tapi aku hanya mendapatkan senyumannya dan ia berkata lagi..
“Aku mohon dukungan dan pengertiannya…Aku yakin kalian akan mendukungku.. ” ucapnya sambil membungkuk dalam, meninggalkanku yang masih menatapnya tak percaya.
Suasana stadion hening, mungkin para penggemar Kyuhyun masih syok dengan penuturannya barusan. Kulihat Kyuhyun masih membungkuk dalam. ‘Pabboooooo…  sekalian saja kau masukkan aku ke nerakaaa.. omooo.. aku bakalan diserbu penggemarnya.. dasar Evil!!’ batinku panik.
“Kami mendukungmu Kyu..” terdengar suara pelan dari arah tribun atas.
“Kami juga mendukungmuuuu oppaaa” terdengar beberapa teriakan lagi.
“Oppaaaaa.. kami mendukungmuuuuu” kini semua penggemarnya berteriak mendukung Kyuhyun.
Kau tahu, aku sungguh terharu, betapa penggemar Kyuhyun menyayanginya. Kulihat Kyuhyun bangkit dan memberi hormat berkali-kali kepada para penggemarnya.
“Gomawo kalian semua, saranghaee” ucapnya sambil tersenyum. Kemudian ia menghadapku lagi. Semua penggemarnya kembali terdiam. ‘Aissshhh.. ini memalukan sekaliii
“Jadi, apakah kau mau menjadi pendampingku?” ujarnya sambil menatapku lembut. Suasana stadion masih hening. ‘Ya! Kenapa jadi menegangkan begini? Apakah harus pakai cara seperti ini? Tidakkah ada cara yang lebih biasa?’ panikku.
Sekilas aku melirik ke arah penonton yang menatap antusias kepada kami berdua. ‘Ya! Hebat kau Cho Kyuhyun! Kalau begini caranya aku tak mungkin menolakmu kan? Bisa jadi bubur kalau aku menolakmu.. Dasar Evil!’ batinku sengit.
“Ndee…” ucapku pelan.
“Mwo? Aku tidak mendengarnya?” ucapnya sambil tersenyum jahil.
Ya! Apakah di saat seperti ini dia masih ingin mengerjaiku??’ batinku sambil melempar deathglare kepadanya. Dia malah memasang tampang bingung seolah berkata ‘Mwo?
“Ndeeeee.. aku bersedia menjadi pendampingmu Cho Kyuhyun ssi..” tekanku sambil menatap kesal padanya. Dia pun terkekeh pelan ‘Ishhhh.. orang ini!’ batinku.
Akupun membuang wajahku dari hadapannya. Tiba-tiba aku merasa ditarik dan seketika aku sudah berada di pelukannya. ‘Ah, wangi mint’ batinku sambil menghirup aroma Kyuhyun Aku mendongak dan tersenyum kepadanya. Seketika itu pula, teriakan histeris berkumandang di seluruh stadion.
“Kyaaaaaaaa… selamat oppaaaaaaa” dan diantara teriakan itu, aku masih bisa mendengarnya berbisik di telingaku.
“Gomawo… Saranghae nae Jangmi..” ucapnya lalu mengecup puncak kepalaku. Aku tersenyum di pelukannya dan kemudian mengangkat kepalaku menatap matanya.
“Nado Kyu…”

###

Kami berjalan menuju backstage, tanganku masih digenggam erat olehnya. Tanpa terasa, airmataku mengalir keluar. Mungkin karena terlalu gugup tadi.
“Omoooo.. kenapa kau menangis? Uljima Jangmi-ah..” ucapnya lembut.
“Ya! Kau keterlaluan sekali!! Aku gugup sekali sampai-sampai aku merasa bahwa aku akan pingsan di atas sana, kau tahu?” teriakku.
“Hahaa… nee.. ne… mianhe.. aku harus melakukan semua ini agar penggemarku juga menerimamu.. aku tak mau terjadi apa-apa denganmu..”
“Jadi.. jadii.. selama ini kau membohongiku?” ucapku sambil terisak.
“Bagian mana aku pernah membohongimu Jangmi-ah?”
“Tentang Kyunie?”
“Loh, itukan memang julukan temanmu kepadaku?”
“Arraa.. kalau begitu waktu aku menceritakan tentang lagumu..”
“Oh.... saat itu seingatku aku hanya berkata kepadamu bahwa aku hapal semua lagunya kan?”
“Eh? Jinjja? Kau Cuma bicara seperti itu? Geure… bagai mana saat aku menanyakan pekerjaanmu?” cecarku lagi. Aku yakin kali ini dia tidak bisa mengelak.
“Aku tidak berbohong Jangmi-ah.. aku kan memang pegawai.. pegawai SM Entertainment…” ucapnya sambil tersenyum jahil.
“Mwo?? Arraaaaaa… arrasseooo.. aku kalah!!” teriakku kesal sambil mengerucutkan bibirku.
Aku hendak berbalik meninggalkannya ketika tanganku ditarik olehnya dan mengecup bibirku lembut. Aku terkejut dan wajahku memanas seketika. Mungkin saat ini wajahku sudah seperti kepiting rebus.
“Y..yaaa.. a.. apa yang kau lakukan!! Ini di tempat umum, pabbo!!” ujarku sedikit berteriak.
“Hahaa.. geure.. ah.. lagipula jika aku mengatakan yang sebenarnya.. kau tidak akan pernah berteriak kepadaku seperti ini bukan?”
“Eh? Mungkin saja..” ujarku asal.
“Arrasseo.. aku memang yakin ini yang terbaik.. aku tidak suka jika ada orang yang ‘berpura-pura’ menghormatiku..” ujarnya lagi.
“Nee.. nee.. aku kalah.. kajja kita ke ruanganmu”

Ternyata Nara sudah berada di ruangan Kyuhyun. Dia tersenyum melihatku masuk ruangan. Sepertinya sebelumnya Kyuhyun sudah memberikan card pass kepadanya. ‘Aissshh.. mereka pasti bersekongkol’
“Ya! Kau ini sungguh keterlaluan!” ujarku padanya.
“Hahaa.. kumohon kau jangan marah Jangmi-ah.. aku hanya ingin membuatmu bahagia..”
“Ishh.. geure.. kau kumaafkan.. gomawo Nara-ah” ujarku sambil memeluknya.
“Nee.. selamat ya.. dan kurangi kepabboanmu itu.. hahahaa” Kali ini Kyuhyun ikut tertawa bersamanya sehingga membuatku men-deathglare mereka berdua.
Cklek
“Kyuhyun-aahhh.. chukkaee.. eh, ramai sekali disini?” tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan Kyuhyun.
“Omooooo… bukankah kau Siwon oppa?” ujarku reflek. Siwon oppa langsung menoleh ke arahku.
“Eh? Ndee.. kau Jangmi bukan? Akhir-akhir ini Kyuhyun sering bercerita tentangmu kepadaku.. Ck, aku sampai bosan mendengarnya..” ujarnya seraya mendekatiku. Tapi sebelum Siwon oppa mendekat, tanganku sudah ditarik oleh Kyuhyun dan aku berakhir di pelukannya.
“Yakk Hyung!! Mau apa kau?? Jangan mendekati Jangmi-ku!! Dan apa maksudmu memanggilnya tanpa embel-embel ssi?” ujarnya possesif.
Aku memutar bola mataku.
“Astaga Kyu.. aku kan hanya ingin berkenalan dengannya.. kau ini..” jawab Siwon oppa.
“Yak! Sopan sedikit pada hyung-mu.. pabbo!” ujarku sambil menjitak kepalanya.
“Aww.. appoo… ya! Apa yang kau lakukan? Aku tau kau adalah penggemar Siwon hyung, sampai-sampai kau mengenal Siwon hyung tapi tidak mengenaliku.. Lagipula sekarang kan kau milikku?? Kau tidak boleh berdekatan dengannya!”
“Ck.. dasar pabbo! Ibuku yang penggemarnya, setiap hari dia selalu mengoceh tentang Siwon oppa! Makanya aku tau dia, arra?” ucapku lagi sambil memberikan satu jitakan ‘sayang’ lagi pada namjachinguku yang pabbo ini.
“Eh? Ibumu? Hee.. heee.. arra..” ucapnya nyengir sambil mengusap-usap belakang kepalanya yang tidak gatal.
“Huahaaahaaahaaaaaaa….” Aku dan Kyuhyun terkejut mendengar Siwon oppa yang tiba-tiba tertawa dengan keras.
Aku menatapnya bingung.
“Eh? Waeyo?” ucapku pelan.
“Aniii.. baru kali ini aku melihat Kyuhyun seperti itu.. biasanya dia keras kepala sekali.. mungkin kau yeoja pertama yang pernah menjitaknya seperti itu, kau tau? Dia kan selalu dikelilingi yeoja-yeoja yang memujanya.. hahahahaa..” ujar Siwon oppa sambil masih tertawa terbahak-bahak. Aku melihat Nara juga ikut tertawa.
“Y..yaa! Hyung! Kenapa kau bicara seperti itu?? Aisshhhh…” ujarnya lagi. Kulihat wajahnya sudah memerah. ‘Hahaa.. dia lucu sekali kalau sedang begitu’ batinku.
Setelah itu, kami kembali mengobrol biasa. ‘Hari yang membahagiakan sekaligus melelahkan..’ batinku sambil tersenyum melihat Siwon oppa dan Nara yang masih gencar menggoda Kyuhyun.

Flashback On
Aku masih memeluk Kyuhyun di atas panggung. Kami berdua berterima kasih kepada semua penggemar Kyuhyun. Ahh.. bahagia sekali  rasanya.
“Hei.. bukankah kau pernah bilang mau karaokean bersamaku? Kajja.. sekalian saja kita karaokean disini” celetuknya tiba-tiba sambil tersenyum jahil.
“Mwoooo??? Ya!” teriakku sambil menatap tajam padanya.
“Hahaaahaaaaaa.. sama saja bukan?!” kekehnya.
“Aissshhh.. kau ini! Dasar Evil!!”
Flashback Off

END
 

No comments:

Post a Comment

Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...