Kakek-kakek di Perempatan Mal Ambasador


"Prit.. prit.. "

Aku menoleh mendengar suara pluit yang terdengar "setengah hati" itu, ternyata ada seorang kakek-kakek sedang meniup pluit di tepi jalan. Aku yang sedang menunggu angkot M23 tanpa sadar memperhatikannya. Kakek itu membawa pluit di tangan kirinya, dan hmm,,, sebuah benda di tangan kanannya.

Aku memperhatikan apakah benda itu,, ternyata,, benda itu adalah sebuah tutup kaleng bekas yang diikatkan ke sebuah batang kayu. Salah satu sisi tutup kaleng tersebut diberi cat bulat besar berwarna merah dengan tulisan di bawahnya "STOP". Sedangkan sisi sebaliknya diberi cat bulat besar berwarna hijau. Hmmmm,,, aku tahu,, ini pasti untuk mengatur perempatan,,.

Akan tetapi, ada yang aneh,, karena Kakek itu tidak berani berdiri di tengah jalan,, seperti layaknya polisi lalu lintas "gadungan" lainnya. Mungkin dia sudah terlalu tua,,,

Jadi, kakek itu hanya meniup pluit dan melambai-lambaikan tutup kaleng tersebut di pinggir jalan. Bahkan, pengguna jalan pun tidak ada yang memperhatikannya. Aku berfikir,, "lalu, buat apa kakek itu disini? toh dia tidak dapat uang juga,,,"

Beberapa minggu kemudian,, aku mampir ke Mal Ambasador lagi dan menunggu angkot M23 di tempat yang sama. Aku melihat kakek tersebut juga masih ada di sana. Kali ini, dia mengajak aku bicara "ehhmm,, saya sudah dari pagi disini mba,, macet,, nggg,, saya tuh selalu menertibkan perempatan ini mba,, " ucapnya dengan patah-patah. Saya tersenyum dan kemudian berkata "Bapak sudah lama di sini?". "Saya sih dari dulu di sini mba,, ngatur-ngatur ini,, " ucapnya lagi. Kemudian perempatan tiba2 ramai dan kakek itu terlihat asik meniup pluit dan melambai2kan benda di tangannya itu.

Aku berfikir,, "Bapak ini sudah gila apa karena pikun ya,, apakah dia tidak punya sanak-saudara?" You know,, sampai sekarang pun aku tidak tahu jawabannya. Jika kamu pergi ke Mal Ambasador dan menunggu angkot M23 di pedurenan mesjid. Maka kamu akan menemukan sosok Kakek ini.

Mungkin kalian bisa membantuku menemukan jawabannya??

Comments

  1. kok ga dikasih duit to kakeknya??sudah berjasa mengatur lalu lintas lho... :D

    ReplyDelete
  2. iya,, seharusnya dapet gaji juga ya mba,, :D

    ReplyDelete

Post a Comment