Thursday, 5 June 2008

WORKSHOP 2008

Workshop 2008 di Prambanan
w cuma ikut 3 hari, sebenernya kalo g salah sih 9 hari.. W ikut dari tanggal 19 Mei - 22 Mei, so, di sini gw akan nyoba jelasin 3 metode (kalo masih inget). Gw sengaja ngambil metode yang belom pernah gw pegang, mikroseismik, geolistrik, n CSAMT.


19 Mei 2008
Angka kesukaan gw neeehhh!!! (sape yg nanya!) W berangkat bareng temen2, dari Jogja jam 19.30 (ada 19nya lagi hehe..). Nyampe di sono langsung ikut presentasi (gw bengong aja sambil melototin slide).. ^_^. Bis ntu gw, Siwi, n Mb Maya langsung di anterin ke kamar ma Mb Jo. Kita dipisah kamarnya, gw bareng Mb Vega n Mb Jo, Siwi bareng Mb Novi n Mb Lidia, Mb Maya bareng Mb Hatma n Mb Nadia (sumpe yg trakhir ne kamarnya sempit banget!)

20 Mei 2008
Hari ini, gw ikut Mikroseismik, Oia, sebelumnya, tujuan workshop ini, kira2 untuk memetakan sesar. Mikroseismik ini adalah alat yang dapat mendeteksi gempa2 atau gerakan2 kecil. So, alat ini sangat sensitif terhadap gerakan sekecil apapun. Oleh karena itu, pengguna nggak boleh banyak bergerak selama akuisisi berlangsung. Dalam mikroseismik ini, kita mencari frekuensi gempa yang dominan. Bumi itu kan dinamis, gerak-gerak terus. Yah, pokoknya gitu deh.. ntar kalo gw udah lebih paham baru gw jelasin lagi detailnya, ok???!!!!

21 Mei 2008
Hari ini, gw ikut Geolistrik. Geolistrik yang dipake adalah metode schlumberger sounding, maksudnya memetakan kedalaman. Kalo mapping, berarti memetakan jarak. Prinsip geolistrik ini yaitu mengalirkan arus listrik ke dalam bumi lewat elektroda arus, trus, akan timbul beda potensial yang akan ditangkep oleh elektroda potensialnya.Disini kita memvariasikan jarak antar elektroda. Dalam metode ini, kita akan mendapatkan nilai resistivitas batuan dan akan terpetakan kondisi lapisan di subsurface. Mengenai hubungannya dengan keadaan n letak sesar, gw g gitu ngerti, soalnya kemaren belom sempet nanya. Wah, sayang sekali yupz!!!

22 Mei 2008
Hari ini gw ikut CSAMT, gw jagain transmitter terchayank ditemenin member2 kebon binatang.. n satu lagi.. ngerumpi bareng bapak2!! (tau ne! jaman dah berubah! sekarang yang lebih hobi ngerumpi tuh Bapak2! bukan ibu2!!!) Hwee..
Metode CSAMT prinsipnya menggunakan gelombang elektro magnetik. Transmitter yang gw bilang tadi ntu adalah source yg kita pake. Eh, gw liat buku dulu yupz.. yg ini agak lupa.. ntar kalo dah ketemu, Insya Allah gw edit lagi...



Mikroseismik update :
Mikroseismik merupakan metode yang menggunakan prinsip penjalaran gelombang. Pada alat akuisisi seismik, terdapat 3 seismometer, 2 horizontal, dan 1 vertikal. Masing2 merekam gelombang dari arah yang berbeda. Untuk mendapatkan frekuensi dominan, maka ketiga komponen tadi (dalam time) dikonversi menjadi domain frekuensi (pake Tranformasi Fourier). Kalau di software biasanya sudah ada equationnya, jadi tinggal di klik aja. Software yang biasa dipakai dalam pengolahan mikroseismik adalah pitsa (based on linux) dan geopsy (based on windows). Saran, untuk pemula, sebaiknya mengolah pakai pitsa, karena stepnya lebih mudah dipahami (g asal ketik).

Geolistrik update:
Prinsip geolistrik sudah dijelaskan di atas. Geolistrik ada dua macam, yaitu sounding (variasi kedalaman) dan mapping (variasi jarak). Keduanya dibedakan dengan menggunakan konfigurasi. Untuk sounding, biasanya memakai konfigurasi schlumberger. Untuk mapping, biasanya digunakan konfigurasi dipole-dipole. Hasil pengukuran geolistrik merupakan nilai resistivity dimana resistivitas batuan merupakan daya hambat batuan terhadap arus. Pada Bidang yang bergerak (sesar) akan terdapat perbedaan nilai resistivitas karena pergeseran batuan tersebut. Maka, metode ini dapat membantu melihat ada tidaknya sesar. Software yang biasanya dipakai untuk mapping adalah res2div dan untuk sounding memakai progress.

CSAMT update :
Metode Magnetotellurik merupakan metode pengukuran geofisika sounding (fungsi kedalaman) yang menggunakan prinsip gelombang Elektromagnetik (EM). Metode ini merupakan metode sounding karena dapat menggunakan berbagai frekuensi sehingga didapatkan kedalaman yang berbeda-beda.Hasil pengukuran metode ini adalah nilai true resistivity dimana resistivitas batuan merupakan daya hambat batuan terhadap gelombang. Resistivitas pada batuan berbeda-beda, tergantung jenis batuannya. Perbedaan resistivitas inilah yang nantinya dipakai untuk menginterpretasi keadaan bawah permukaan. Metode Magnetotellurik dibagi menjadi dua berdasarkan sumber pemancarnya (transmitter) :
1. CSAMT (Control Source Audio Magnetotelluric)
2. AMT (Audio Magnetotelluric)
    




4 comments:

  1. assalamualaikum....

    lgsung tanya ya....antum anak gei ya>> ^-^

    salam kenal....tika jg org geo...di brawijaya university..
    maap krn blm liat blognya scr lengkap.buru2

    mgkin bs koling2an lwt FB, tieka_oy@yahoo.com

    ReplyDelete
  2. wa' alaikum salam w.w

    Iya,,, q anak Geofisika,, UGM,,

    q dah add FBmu kok,,

    angkatan brapa tieka??

    soalnya q kenal beberapa anak Unibraw angkatan 2006,,, ^_^

    lam kenal yaaa,,,

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum mbak, boleh saya tahu waktu workshop mikroseismik, nama pematerinya siapa ya?

    ReplyDelete
  4. Wah, waktu itu dosen lokal yang ngasih materi, saya lupa, kalau nggak salah Pak Wiwit Suryanto.

    ReplyDelete

Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...