Saturday, 5 April 2008

Kultum : Kenapa masih ada kejahatan pada bulan Ramadhan jika Syaitan dibelenggu?

Assalamu'alaikum.. Ketemu lagi dengan saya disini.. heheee.. :P

Suatu hari.. dikala kita duduk di tepi pantai... OK, stop..

Suatu hari saya mendengar ceramah di radio.. (maaf, lupa nama stasiun radionya). Kemudian ada salah seorang pendengar yang bertanya..

Q : "Katanya di bulan Ramadhan setan dibelenggu.. tapi kok masih ada yg berbuat maksiat?"
A : "Jadi setan itu ada 2 macam..pertama setan yang sesungguhnya.. (berupa jin, iblis, dkk) dan yang kedua berupa hawa nafsu manusia."

Sepertinya dulu pernah dengar juga cerita nabi Adam yang memakan daging anak setan (salah satu tipu daya iblis) agar mereka dapat mengendalikan diri kita dari dalam. (yang ini ceritanya lupa-lupa inget, nggak tau bener apa nggak).

Setan memang bisa saja dibelenggu, tapi hawa nafsu? Hanya diri kita saja yang bisa membelenggunya. Tetapi kita memang masih bisa memilih, mau membelenggu? atau membiarkan hawa nafsu kita bebas mengendalikan diri kita?? That's a choice guys.. :)

Mari kita sedikit menggunakan logika. Lagipula, kalau hawa nafsu dibelenggu seperti setan dalam arti harfiah (dalam bayangan saya dirantai).. berarti diri kita  ikut dibelenggu juga dong? :D Akibatnya malah tidak bisa beribadah dan bulan Ramadhan (ladang mendapatkan banyak pahala) akan tersia-siakan begitu saja. Nah, pasti nggak ada yang mau kan?

Sekian acara  hari ini.. semoga bisa diambil manfaatnya. Amiinnn....
Islam itu Indah
Allah itu tidak pernah memberatkan umatNya...
Marii.. doa penutup majlis..
"Subhaanakallaahumma wa bihamdika Laa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilaih.."

1 comment:

  1. Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Celular, I hope you enjoy. The address is http://telefone-celular-brasil.blogspot.com. A hug.

    ReplyDelete

Amazing Lombok and Rinjani 6 - 12 Agustus 2017

Rinjani? Gunung impianku sejak mendengar namanya pertama kali saat Annas mengajakku saat masih kuliah di Geofisika UGM dulu. Gunung yan...